Gadget
Mendengar kata “Gadget” yang ada di
bayangan saya adalah benda dengan ukuran yang tidak besar dan bisa dibawa
kemana-mana. Dimana saja saya berada disitu saya bisa melihat Gadget. Baik di
rumah, di masjid, di sekolah, di pasar bahkan di jalan pun semua orang main
Gadget. Penomena Gadget pada zaman sekarang memang menjadi life style yang tidak dapat dipungkiri kehadirannya. Bukan hanya
saja orang dewasa, anak-anak pun menjadi kecanduan main Gadget. Dan dengan
kehadiran Gadget ditengah-tengah zaman modern seperti ini menjadikan generasi
sekarang menjadi generasi “menunduk.”
Menarik untuk kita telaah lebih
jauh mengenai pengaruh kehadiran Gadget terhadap generasi sekarang terutama
pengaruh Gadget pada generasi muda. Kali ini saya ingin memberi pandangan
mengenai pengaruh perkembangan Gadget terhadap perilaku dan sikap generasi
sekarang.
![]() |
Dizaman milenium sekarang ini, perkembangan
Gadget tidak dapat dipungkiri kehadirannya, dengan kehadiran Gadget dapat
membujuk generasi untuk “menunduk.”
|
Kemajuan teknologi adalah sesuatu
yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan
berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan
untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Teknologi juga
memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas
manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.
Pada era globalisasi saat ini,
penguasaan teknologi menjadi prestise dan indikator kemajuan suatu negara.
Negara dikatakan maju jika memiliki tingkat penguasaan teknologi tinggi (high
technology), sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi dengan
kemajuan teknologi sering disebut sebagai negara gagal (failed country).
Pada satu sisi, perkembangan dunia
IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar
biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang
sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa
digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi
baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak
manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia.
Di sisi lain, manusia tidak bisa
menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan malapetaka dan
kesengsaraan bagi manusia modern. Kemajuan teknologi, yang semula untuk
memudahkan manusia, ketika urusan itu semakin mudah, maka muncul “kesepian” dan
keterasingan baru, yakni lunturnya rasa solidaritas, kebersamaan, dan
silaturrahmi. Contohnya penemuan televisi, komputer, internet, dan handphone
telah mengakibatkan kita terlena dengan dunia layar. Layar kemudian menjadi
teman setia, bahkan kita lebih memperhatikan dunia layar dibandingkan
istri/suami, dan anak sekalipun.
Genenrasi "Menunduk"
Generasi “menunduk” itulah istilah
unik dan tepat untuk menggambarkan masyarakat modern terutama dikalangan pelajar
dan mahasiswa yang penggila Gadget dan Internet. Alasannya, coba kita
perhatikan, hampir setiap orang menunduk karena terfokus pada Gadget yang
mereka genggam, tidak mengenal tempat dan waktu. Apakah hal ini merupakan
sebuah kesalahan? Sebenarnya tidak. Tetapi, hal itu akan menjadi sebuah
kesalahan ketika dilalukan secara berlebihan hingga dampak buruk terjadi.
Pada kenyataannya, dampak buruk
memang sudah terjadi akibat aktifitas generasi “menunduk” tersebut. Dampak
buruk itu lebih dirasakan pada diri sendiri, baru kemudian pada orang lain.
Krisis moral dan disfungsi sosial yang berlebih menjadi titik akibat dari kenyataan
tersebut. Tidak sedikitkita temui berita kriminal yang berawal dari hubungan di
jejaring sosial, cybersex, tuntutan
dan hujatan, hoax, dan kasus-kasus
yang lain. Dalam kesehariannya pun generasi “menunduk” cenderung melalaikan
tugas-tugasnya karena keasikan main Gadget.
Pengaruh
Negatif Teknonogi (Gadget) bagi generasi “menunduk”
Meskipun teknologi
memberikan banyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain kemajuan teknologi
(Gadget) akan berpengaruh negatif pada aspek sosial budaya, kepribadian dan
karakter generasi “menunduk”:
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat,
khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
![]() |
| Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani. |
Lunturnya Tradisi di Masyarakat
Kenakalan
dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya
kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin
meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
Pola interaksi anak terhadap teman dan keluarga yang berubah
Pola interaksi anak terhadap teman dan keluarga yang berubah
![]() |
Kehadiran
gadget membuat anak cenderung menyendiri, ini membuat anak sibuk dengan
aktivitasnya sendiri dengan gadgetnya.
|
Kurangnya komunikasi anak dan keluarga
Keluarga yang baik anak menciptakan anak yang
baik pula. Komunikasi yang baik terhadap anak akan membawa kenyaman dan
keterbukaan anak terhadap orang tua.
Tugas sekolah tak kunjung selesai
Dampak
negatif dari kemajuan teknologi banyak mendatangkan kelalaian anak terhadap
tugas sekolah atau kuliahnya. Pasalnya anak lebih banyak menghabiskan waktunya
untuk membuka atau membaca sesuatu yang tidak penting dari layar gadget-nya
sehingga lupa tugasnya sebagai pelajar.
Mendatangkan mala petaka
Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan istilah Hoax, yaitu berita yang berisi kebencian dan berita bohong. Media sosial dapat mendatangkan mala petaka bagi pengguna yang tidak bijak.
Sebenarnya, masih banyak pengaruhburuk dari
perkembangan Gadget terhadap perilaku anak-anak yang menyimpang. Itu hanya
beberapa yang saya temui disekitar lingkungan saya. Namun demikian, belum
terlambat bila kita ingin turn back crime
terhadap pengaruh buruk anak terhadap perkembangan Gadget.
Saya selaku generasi muda mencoba
memberi solusi terhadap pengaruh negatif perkembangan Gadget. Intinya bila kita
ingin balas balik pengaruh buruk gadget terhadap generasi menunduk, kita bisa
memulainya pada diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Apabila kita bekerjasama
mengatasi pengaruh buruk Gadget saya yakin kita dapat membujuk generasi yang“menunduk”
kearah yang lebih positif.
Keluarga yang harmonis dan perhatian
Keluarga
merupakan salah satu komunitas terkecil yang menjadi landasan pertama untuk
membentuk karakter anak. Keluarga yang baik, akan menciptakan generasi yang
baik pula. Pengaruh baik atau buruk dari perkembangan Gadget dimulai dari keluarga.
Keluarga yang selalu memperhatikan perilaku anak dapat memfilter sikap negatif
anak dari pengaruh buruk Gadget.
Tanamkan
nilai Agama yang baik
Dari
segala permasalahan diatas, Nilai-nilai agama yang baik itulah
jawabannya. Peran agama memang sangat diperlukan di tengah masyarakat modern
ini. Pertama, karena nilai-nilai agama memang yang paling tepat sebagai acuan
moral masyarakat. Kedua, karena agama berguna untuk menumbuhkan kadar
spiritualitas yang tinggi. Jika kadar spiritualitas seseorang tinggi, otomatis
ia tidak akan melakukan hal-hal yang tidak bermoral.
Bila
dihubungkan dengan problem generasi “menunduk” yang bebas melangkah di dunia
maya, maka agama memiliki peran sebagai filter. Karena dalam mengakses
internet tidak ada hal-hal yang membatasi kita untuk membuka apa saja.
Akibatnya sulit untuk memfilter mana yang baik dan yang buruk. Di sinilah perlu
adanya kesadaran dari dalam untuk membentengi diri kita dari hal negatif.
Selain itu, perlu adanya upaya-upaya yang dilakukan sebagai bentuk konkrit
untuk menanamkan nilai dan norma agama tersebut.Salah satu upaya itu adalah
mengalihkan kegiatan mengakses internet ke arah yang positif seperti aktif di
blog-blog keilmuan atau blog-blog yang bernafaskan keagamaan. Bisa juga
mengalihkan pada hal-hal yang berhubungan dengan minat dan bakat para pengguna
internet untuk menunjukkan kreatifitasnya. Tentu didasarkan pada nilai-nilai
yang positif.
Pengawasan
orang tua yang intense
Orang
tua yang sibuk dengan pekerjaan tanpa pengawasan yang intense terhadap anak menjadi salah satu faktor anak berperilaku
menyimpang. Sesibuk apapun orang tua, alangkah lebih baik selalu menyempatkan
berkomunikasi pada anak. Misalnya bertanya berita apa yang up to date dan menjadi tranding
topic sekarang, dan perintahkan anak untuk mencarinya menggunakan Gadgetnya
tetapi harus tetap dalam pengawasan orang tua.
Jangan
mengikuti keinginan anak yang berlebihan
Anak
yang selalu menuntut keinginannya menjadi salah satu faktor pengaruh buruk
generasi sekarang. Keinginan anak yang berlebihan anak menjadi mata pedang yang
dapat melukai diri sendiri. Orang tua seharusnya selektif memilih dan menuruti
keinginan anak. Anak dibawah umur seharusnya tidak perlu diberikan Gadget/smartphone
yang dapat mempengaruhi perilakunya. Anak dibawah umur sepatutnya diberikan
barang-barang yang berguna untuk dirinya sesuai dengan umurnya.
Upaya
selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menyadarkan para individualis
Agar
mereka meyeimbangkan sosialisasinya antara di dunia maya maupun nyata. Upaya ini
bisa dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti keluarga, guru atau teman
untuk meredamkan sikap mereka yang cenderung egois. Misalnya, kita sampaikan
tentang pentingnya silaturrahim. Bahwa silaturrahim tidak hanya dilakukan di
dunia maya tetapi juga dunia nyata yang lebih real.
Peran Pemerintah
Menurut saya, peran pemerintah masih lemah
mencegah pengguna Gadget dibawah umur. Salah satu peran pemerintah dalam
mencegah generasi “menunduk” adalah membuat peraturan atau undang-undang untuk
generasi dibawah umur dilarang menggunakan Gadget. Apabila melanggar, akan mendapat
hukuman ataupun denda yang setimpal. Memang, menggunakan Gadget adalah hak
pribadi seorang tetapi ini adalah cara yang ampuh untuk mengurangi dampak buruk
dari perkembangan Gadget pada generasi yang “menunduk.”
Sekian. Terima Kasih....... !!!



















