Kurikulum merdeka belajar memiliki empat karakteristik utama untuk mendukung pemulihan pembelajaran diantaranya adalah berfokus pada materi esensial yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari hari siswa dan memberikan ruang kepada guru untuk melaksanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan potensi peserta didik dan menyesuaikan dengan konteks dan muatan lokal (Kemdikbud.go.id, 2022). Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa dengan jenis yang beragam, dengan jumlah populasi setiap suku bangsa juga sangat bervariasi, suku jawa menjadi suku yang paling mendominasi (Badan Pusat Statistik, 2010). Namun era globalisasi telah berdampak kepada lunturnya kebudayaan dan identitas budaya di Indonesia (Mubah, 2011). Menurut Otasevic (2013), arus globalisasi berdampak pada hubungan seseorang terhadap lingkungan dan budayanya, termasuk bahaya budaya homogenisasi dan pola dominasi budaya barat.
Sumber
belajar mencakup segala sesuatu yang memungkinkan siswa untuk belajar, seperti
alat dan sumber daya, guru, media dan lokasi belajar. Lokasi belajar yang
berada di lingkungan sekitar, seperti hutan, kebun, sungai, atau desa,
merupakan sumber belajar yang kaya dan kontekstual bagi siswa. Dengan
memanfaatkan lokasi-lokasi ini, pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna
karena siswa dapat mengamati langsung hal-hal yang berada di lingkungan
sekitarnya. Pembelajaran dengan memafaatkan lingkungan sekitar merupakan salah
satu bentuk implementasi etnosains dalam proses pembelajaran. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, guru harus mencari sumber belajar sains yang menarik yang
dapat diterapkan pada pembelajaran IPA. Etnosains merupakan bahan pembelajaran
yang menarik untuk digunakan dalam pembelajaran IPA (Suja, 2022). Namun pada
kenyataannya dalam proses pembelajaran masih banyak kendala yang ditemukan
dalam mengintegrasikan unsur budaya dalam pembelajaran salah satunya adalah
kurangnya sumber belajar sains yang terintegrasi kebudayaan lokal.
Media Pembelajaran interaktif menjadi salah satu yang dapat dijadikan media pembelajaran IPA. Dalam menciptakan inovasi baru dalam dunia pendidikan saya Syamsul Bahari Mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi membuat media pembelajaran interaktif berbasis android terintegrasi etnosains. Semoga media pembelajaran ini bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar