Kamis, 14 Desember 2023
TUGAS UAS MK MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS: Pembelajaran Sains Berbasis Distrupsi Inovasi dan Analisis Kelemahan Model pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum
Assalamu'alaikum. Semoga kita semua selalu sehat walafiat dalam lindungan Allah.
AAMIIN. Saya Syamsul Bahari NIM P2A523005 Mahasiswa magister Pendidikan IPA
Universitas Jambi. Kali ini kami akan mengupas tentang model pembelajaran STAD
(Student Teams Achievement Division) dimana model pembelajaran ini sering
diterapkan disekolah. Nah bagaimana hasil diskusi kami. Yok disimak sampai
selesai ya.....
Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division)
Kami memilih model ini karena hampir semua guru menerapkan model pembelajaran
STAD. Pembelajaran student teams achievement division (STAD) merupakan salah
satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan interaksi diantara siswa untuk
saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi dan mencapai
prestasi secara maksimal. Atau yang disebut Dengan bekerja kelompok siswa akan
lebih bebas bertanya terhadap teman kelompoknya tentang materi yang belum
dikuasainya. Dalam satu kelas siswa terbagi menjadi beberapa kelompok tergantung
kapasitas siswa yang terdiri dari 4-5 siswa tiap kelompoknya. tujuan strategi
ini agar masing-masing siswa merasa bahwa mereka adalah satu dan seperjuangan.
Sedangkan jika salah satu kelompok dapat memenuhi kriteria yang ditentukan,
kelompok tersebut akan mendapatkan penghargaan. Pada Kesempatan ini dalam
Implemetasi Model STAD saya menerapkan pada saat saya mengajar di sekolah. Dalam
penerapannya, terlihat siswa aktif dalam mengerjakan tugas kelompoknya.
Sedangkan teman kelompok lainnya mengaplikasikan model STAD menggunakan Aplikasi
Zoom. Berikut adalah hasil Aplikasi model STAD.
Sintak Implementasi Model Pembelajaran STAD 1.
Pembukaan Penyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 2. Pembagian kelompok. 3.
Guru melakukan presentasi. 4. Siswa melakukan kegiatan belajar dalam bentuk tim
(kerja tim) 5. Kuis 6. Penghargaan prestasi tim.
Apa Itu STAD?
Model pembelajaran STAD adalah salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang
dilakukan dengan cara membagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil dengan
kemampuan akademik yang berbeda-beda agar saling bekerjasama untuk menyelesaikan
tujuan pembelajaran. Dapat diartikan juga bahwa STAD adalah model pembelajaran
kooperatif yang memacu kerja sama siswa melalui belajar dalam kelompok yang
anggotanya beragam, baik dalam kemampuan akademik maupun latar belakang etnis,
dan sebagainya agar tercipta keadaan saling mendorong dan membantu satu sama
lain dalam suasana sosial yang beragam untuk menguasai keterampilan yang sedang
dipelajari.
Mengapa Model STAD?
Sebenarnya ada banyak metode pembelajaran kreatif di luar sana yang bisa Ibu dan
Bapak guru terapkan di kelas. Tapi, metode pembelajaran STAD bisa menjadi salah
satu pilihan yang layak untuk diaplikasikan. Robert Slavin menjelaskan bahwa
STAD merupakan strategi pembelajaran paling sederhana yang mengaplikasikan
cooperative learning. Kesederhanaan ini bisa Anda lihat dari langkah-langkah
penerapan STAD yang ringkas. Sementara itu, STAD juga bisa memberikan manfaat
baik bagi siswa, di antaranya adalah: Setiap siswa bisa saling memberikan
motivasi agar lebih semangat selama belajar. Setiap siswa akan saling berbagi
pengetahuan sehingga dapat meminimalisasi ketimpangan pengetahuan. Adanya
diskusi mampu membangun komunikasi timbal balik. Menumbuhkan beberapa sifat
positif seperti berpikir kritis, saling menghargai, bertanggung jawab, bekerja
sama, dan disiplin.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran STAD
Seperti halnya sebuah sistem, masing-masing pasti memiliki sisi positif dan
negatif. Pun demikian dengan pembelajaran STAD yang juga mempunyai kekurangan
dan kelebihan seperti di bawah ini:
Kelebihan
Lewat metode STAD siswa bisa belajar bersosialisasi dan mempererat hubungan baik
dengan teman sekelasnya. Pembelajaran kooperatif akan membantu siswa belajar
cara berdebat dengan sehat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, dan
belajar berkomunikasi. Kelompok belajar pada metode STAD akan mengasah
kebersamaan dan sikap saling bekerja sama antar anggota kelompok. Memudahkan
guru melakukan monitoring selama proses pembelajaran Jika terdapat siswa yang
kurang cakap dalam berfikir, anggota kelompoknya akan membantunya supaya setiap
siswa memiliki pemahaman yang sama. Adanya penghargaan akan mendorong siswa
untuk meraih hasil yang lebih baik.
Kekurangan
Apabila guru tidak memberikan perhatian penuh selama proses belajar-mengajar,
siswa bisa saja menjadi pasif. Situasi pembelajaran STAD dapat berubah tidak
kondusif apabila terjadi pembicaraan di luar pelajaran. Ada kemungkinan siswa
meniru jawaban temannya hanya untuk mengejar poin. Padahal selain memberikan
jawaban, metode ini diharapkan mampu menghasilkan output individu yang kreatif.
Analisis Kelemahan Model pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum
Berikut adalah penjelasan kelompok kami mengenai Analisis Kelemahan Model
pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum.
Model Pembelajaran Kooperatif Learning
Model pembelajaran kooperatif adalah suatu metode pembelajaran yang bertujuan
untuk mengembangkan keterampilan sosial, kerjasama, dan pemahaman konsep siswa
melalui kerja sama dalam kelompok. Dalam model ini, siswa tidak hanya belajar
secara individu melainkan juga belajar dalam kelompok dengan mengerjakan tugas
atau proyek bersama.
Kelemahan Model Kooperatif Learning
Terlalu Terfokus pada Kelompok
Dalam model pembelajaran kooperatif, terkadang siswa terlalu fokus pada
kelompoknya sendiri dan mengabaikan siswa lain di kelas. Hal ini dapat
mengurangi interaksi antar siswa secara keseluruhan.
Lambatnya Proses Pembelajaran
Pembelajaran dalam kelompok dapat memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan
pembelajaran individu. Hal ini dapat menghambat proses pembelajaran jika waktu
yang tersedia terbatas.
Terkadang Terjadi Konflik
Kerja dalam kelompok tidak selalu berjalan mulus. Terkadang terjadi konflik
antara anggota kelompok yang dapat menghambat kinerja kelompok secara
keseluruhan.
Membutuhkan Pengaturan Kelas yang Baik
Penerapan model pembelajaran kooperatif membutuhkan pengaturan kelas yang baik.
Guru perlu memastikan bahwa semua siswa terlibat aktif dalam kelompok dan tidak
ada siswa yang merasa diabaikan.
Kebergantungan pada Anggota Kelompok
Satu-satunya kelemahan dari model pembelajaran kooperatif adalah siswa mungkin
tidak mampu menyelesaikan tugas individu mereka setelah selesai mengerjakannya
dalam kelompok.
Kolaboratif Learning
Belajar kolaboratif adalah suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara
bersama-sama oleh dua atau lebih individu dengan tujuan untuk saling membantu,
saling mengajar, dan saling memperkuat pengetahuan. Dalam belajar bersama-sama,
individu-individu tersebut saling berinteraksi dan bekerja sama dalam suatu
proyek atau tugas dengan cara saling bertukar informasi, pendapat, dan
pemikiran. Proses belajar bersama-sama ini menekankan pada penguatan pemahaman
melalui diskusi dan kerjasama antara peserta didik. Dalam belajar kolaboratif,
individu-individu tersebut akan saling berbagi tanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas dan saling memberikan umpan balik untuk meningkatkan hasil
pembelajaran.
Kekurangan Model Kolaboratif Learning
Tidak cocok untuk individu tertentu
Belajar dengan cara ini tidak cocok untuk individu yang lebih suka belajar
secara mandiri atau tidak nyaman dalam interaksi sosial.
Mengambil waktu yang lebih lama
Dalam belajar bersama-sama, individu-individu harus bekerja sama untuk mencapai
tujuan bersama, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan
pembelajaran yang mandiri.
Terdapat potensi untuk konflik
Dalam belajar bersama-sama, terdapat potensi untuk terjadinya konflik atau
perbedaan pendapat antara individu-individu yang dapat mengganggu proses
pembelajaran.
Tidak efektif jika tidak terdapat pengaturan yang baik
Untuk mencapai hasil yang optimal dalam belajar kolaboratif, diperlukan
pengaturan yang baik dan adanya peran dari fasilitator atau pengajar dalam
mengarahkan proses pembelajaran. Jika tidak, proses pembelajaran ini dapat
menjadi kurang efektif.
Quantum Learning
Model pembelajaran quantum learning adalah suatu strategi dan kiat belajar yang
memadukan unsur seni, faktor potensi diri dan lingkungan belajar sehingga proses
belajar siswa menjadi lebih meriah, menyenangkan dan bermanfaat. Quantum
learning merupakan metode yang mengedepankan suasana yang nyaman, menyenangkan
selama proses pembelajaran.
Kekurangan Quantum Learning
1. Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping
memerlukan waktu yang cukup panjang yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau
jam pelajaran lain. 2. Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang
memadai tidak selalu tersedia dengan baik. 3. Karena dalam metode ini ada
perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa, baik berupa tepuk tangan,
jentikan jari, nyanyian, dan lain-lain dapat mengganggu kelas lain. 4. Banyak
memakan waktu dalam hal persiapan. 5. Model ini memerlukan keterampilan guru
secara khusus karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan
efektif. 6. Agar belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik
diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan
kesabaran itu diabaikan sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana
mestinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Android
PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI ETNOSAINS Kurikulum merdeka belajar memiliki empat karakteristik utama untuk mendukung pemulihan pembelajaran ...
-
Masih ingatkah pelajaran IPS kelas 6 SD dulu, sungai apakah yang terpanjang di pulau Sumatera? Jika kalian menjawab sungai musi di sumatera...
-
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Selamat Pagi teman-teman semua. Apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan sehat wal afiat. AA...
-
HARU BIRU, HARI GURU DI SMANDA Hy sobat bloggers, kalian tahu kan Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Guru memberikan segudang...