Kamis, 14 Desember 2017

Runtuhan Batu yang Mempesona

Kompleks percandian apakah yang terluas se asia tenggara? kalau jawabannya Borobudur  di Jawa Tengah atau Angkor Wat di Kamboja, maka jawaban anda salah besar. Ternyata  kompleks percandian terluas se Asia Tenggara berada di provinsi Jambi. Kawasan  percandian itu bernama Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berada di Kabupaten  Muaro Jambi, tepatnya di kecamatan Muaro Sebo.


Candi Gumpung, Salah satu candi di Kompleks Candi Muaro Jambi

Kompleks candi ini adalah salah satu wisata andalan Propinsi Jambi yang mulai  dikenal di dalam maupun diluar negeri karena nilai sejarahnya yang masih penuh  misteri.  Bahkan, kompleks ini sudah masuk dalam daftar tentatif World Heritage  lohh….

Penasaran ingin kesana?? Lokasinya berada di sebelah Timur Laut Kota Jambi, sangat  dekat dan bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama kurang lebih 45 menit saja.  Kalau dari Kota Jambi, cukup berjalan ke arah timur, kemudian ke utara melewati  jembatan Batang Hari II. Teruslah ke utara, anda akan menemui beberapa persimpangan  teruslah berbelok kekanan. Setelah melewati 2 buah jembatan kecil, perhatikan  perhatikan rambu penunjuk jalan karena disitu akan ada penunjuk jalan menuju candi.  Tiket masuk ke dalam kompleks 8ribu rupiah/motor, sudah termasuk biaya parkir.


Gerbang Masuk Candi Muaro Jambi
Begitu masuk kedalam kompleks, akan terlihat beberapa candi, bangunan gedung yang  berfungsi sebagai wisma dan museum yang di gunakan untuk menyimpan arca arca dan  benda peninggalan lainnya yang berasal dari kompleks candi Muaro jambi. Tapi  sayangnya tempat penyimpanan benda bersejarah ini kadang buka kadang tutup. Memang  kesan pertama melihat kompleks candi Muaro Jambi adalah berantakan dan kurang  terurus. Mungkin kalau dibandingkan dengan kompleks candi lain di Pulau Jawa, memang  kompleks candi Muaro Jambi masih belum di kelola dengan baik.

Deretan Stupa
Disini masyarakat setempat menyewakan sepeda dengan tarif 10 ribu sampai 20 ribu  perjam. Kenapa harus sewa sepeda? karena kompleks candi ini sangat luas sehingga  tidak akan bisa di eksplor dengan jalan kaki. Ditambah lagi masih banyak jalan jalan  kecil dan tidak beraspal sehingga mobil maupun motor akan sulit lewat.

Sepeda
Kompleks situs ini mempunyai luas 12 Kilometer persegi, panjang lebih dari 7  Kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai.  Itu artinya luasnya 12 kali luas kompleks candi borobudur dan 2 kali luas kompleks  angkor wat.

Peta Kompleks Candi Muaro Jambi
Kompleks ini terdiri dari 82 candi yang sebagian besar belum di  identifikasi, jadi masih berupa gundukan tanah/batu bata. Tumpukan atau reruntuhan  bangunan kuno itu disebut Menapo oleh warga sekitar candi. Dari sekian banyak candi,  ada 12 candi yang sudah di beri nama, diantaranya Candi Kotomahligai, Candi Kedaton,  candi Gedong satu dan Gedong dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu dan  Candi Astano, Candi Teluk 1 dan 2,Candi Sialang dll.


Candi Gumpung

Sama seperti candi lain di Sumatra, candi yang berada di Muaro Jambi tersusun dari  Batu Bata, Candi yang pertama yang ditemui adalah candi Gumpung, candi ini nampaknya  relatif utuh, berada di permadani rumput yang hijau, dikelilingi tembok bata dan  parit kecil. Didepan candi gumpung terdapat Makara dengan bentuk yang sangat unik.


Makara

Selain candi Gumpung, terdapat candi tinggi, yang relatif masih utuh dengan batu  bata yang tersusun rapi.Kita bisa naik ke atas candi tinggi ini, asalkan tidak  merusak, mencoret maupun mengotori candi. Dari kejauhan nampak masih banyak tumpukan  batu bata yang sudah hancur disekitar candi Tinggi dan Gumpung.Lalu ada Candi Kembar  Batu yang terletak kurang lebih 250 meter dari Candi Tinggi. Ohya,tidak jauh dari  pintu masuk tadi, terdapat kolam kuno yang bernama Telago Rajo.


Telago Rajo


Candi Tinggi


Dari Atas Candi Tinggi

Eits.. itu belum semua, karena yang baru dilihat barulah “permulaan” dari kompleks  candi Muaro Jambi yang sesungguhnya. Inilah saatnya bersepeda karena masih banyak  candi lain yang masih tersembunyi. Diantaranya adalah Candi Astano yang memiliki 12  sisi, candi ini nampak secara jelas dikelilingi parit dan kanal. Didepannya terdapat  kanal temporer yang hilang timbul sesuai pasang surut. Selain itu masih ada candi  gedong I dan II.


Candi Gedong



Candi Gedong

Dari candi kedaton II jalanan sudah tidak bagus lagi, sebagian  besar jalanan tanah yang berlubang dan becek saat hujan. Disamping kiri kanan jalan  akan nampak Menapo Menapo ( reruntuhan kuno ) yang belum di identifikasi. Ada lagi 1  candi besar yang ditemui yang letaknya cukup jauh yaitu Candi Kedaton. Namun sayang  candi ini nampaknya masih perlu dipugar.


Runtuhan Candi yang tidak utuh lagi

Candi yang paling jauh adalah candi Koto  Mahligai, letaknya cukup jauh dari Pintu masuk candi muaro jambi, namun dekat bila  datang dari jalan jambi – muara sabak. Suasana candi di Koto Mahligai terasa sangat  mencekam karena disini banyak sekali Menapo dan reruntuhan kuno yang di kelilingi  dan di tumbuhi oleh pohon pohon berukuran raksasa.


Candi koto mahligai

Selain Candi, kita juga bisa menikmati wisata kanal kuno di kompleks candi muaro  jambi. Kanal kanal dan parit kuno yang dulunya digunakan oleh masyarakat setempat  sebagai sarana transportasi (seperti di Venice) dari dan ke candi satu ke candi  lainnya .kanal kanal itu terhubung dengan danau Kalari dan sungai Batang hari.

Kanal Kuno
 
Candi, kanal, dan parit ini membentuk arsitektur kota kuno muaro jambi yang  menakjubkan. Dilihat dari kompleksitas arsitekturnya, Kompleks candi muaro jambi  memang benar benar sebuah ” lost kingdom” di sumatra. Ada yang mengatakan bahwa  dulunya kompleks candi Muaro Jambi adalah tempat belajar agama budha yang cukup  terkenal di asia. Bahkan ada anggapan bahwa kompleks candi Muaro Jambi adalah  universitas tertua di Nusantara.
Memang kompleks candi Muaro Jambi masih “tertidur” dan perlu dibangunkan kembali.  Itulah mungkin tugas para arkeolog muda dan pemerhati untuk merangkai puzzle puzzle  dari puluhan menapo yang masih berupa runtuhan misteri. 

Candi Kedaton : Candi “Baru” di Muaro Jambi  

Candi muaro jambi kini telah banyak mengalami perubahan. Banyak hal yang sudah berubah. Pengunjung dan penjaja makanan semakin ramai terutama di kompleks percandian utama ( candi Gumpung dan Candi Tinggi ). Bangunan bangunan candi dan reruntuhan bata yang dulunya masih terkubur didalam tanah kini mulai di gali dan di pugar. Salah satu proses pemugaran yang paling mencolok adalah Kompleks Candi Kedaton yang berada di sebelah barat kompleks percandian utama.  


Gapura candi Kedaton

Beberapa tahun yang lalu, sebgaian kompleks candi kedaton masih terkubur dalam tanah dan sebagian lagi tersembunyi di balik semak semak dan rimbunnya pepohonan. Waktu itu, saya cuma bisa melihat candi kedaton dari kejauhan. Saya tidak berani untuk masuk karena terasa sangat angker.  

Sekarang semua telah berubah. Kompleks candi kedaton mulai dipugar sehingga mulai nampak wujud aslinya. Menurut keterangan yang ada, Kompleks Candi Kedaton sudah diketahui sejak tahun 1976 namun baru mulai dilakukan pemugaran bertahap mulai dari tahun 2010 dan berlangsung hingga sekarang. Dari hasil penelitian arkeologi menunjukkan bahwa kompleks Candi Kedaton merupakan bangunan yang paling besar dan luas di antara kompleks candi di Muaro Jambi. Luasnya 55.850 m2 dibatasi oleh pagar keliling terbuat dari batu bata. Sedangkan bangunan induk luasnya 28,13 m x 25,5 m dengan bata isian berupa batu kerakal berwarna putih. Selain bangunan utama, ada pula gapura dengan 3 buah makara, di salah satu makara tersebut terdapat pahatan prasasti. Selain bangunan, ada pula benda purbakala yang di temukan di kompleks candi kedaton, diantaranya Padmasana, arca gajah, belanga perunggu dan temuan lainnya.   

Saat kami kesini, sedang berlangsung pemugaran di sekitar gapura. Batu bata yang berserakan di pugar dan di rekonstruksi sedemikian rupa agar mendekati bentuk aslinya. Walaupun kesan pemugaran ini terburu buru, namun saya cukup senang dengan progres yang ada.

Gapura candi Kedaton

Ukiran di Makara
Ukiran di Makara
Ukiran di Makara

Rabu, 13 Desember 2017

Jambi, Kota yang Primadona


Kota Jambi adalah ibukota dari Propinsi Jambi yang berada di tengah daratan Pulau sumatra. Kota ini sudah berumur ratusan tahun dan mempunyai sejarah yang panjang sebelum akhirnya menjadi seperti sekarang. Saat ini kota jambi pun masih terus berkembang untuk mengejar ketertiggalannya dengan kota lain khususnya di Pulau Sumatra. Sebagai kawasan yang sedang berkembang, Anda dapat melihat gaya hidup modern dan tradisional masih berjalan berdampingan.
Peta Pariwisata Kota Jambi































Kota Jambi dapat dicapai melalui darat, laut – sungai, dan udara. Melalui darat dapat dicapai dari kota terdekat, seperti palembang yang dapat ditempuh selama 5 jam. Melalui laut dapat dicapai dari Kota Batam, naik kapal cepat menuju Kota Kuala Tungkal selama 5-6 jam, dan dilanjutkan perjalanan darat ke kota jambi selama 3 jam.

Aerial View Pusat Kota Jambi
(Foto udara di ambil dari skyscraperity)
Yang paling gampang adalah melalui pesawat udara dari Jakarta, Batam, maupun Palembang yang memakan waktu hanya kurang lebih 40 – 60 menit saja. Saat tulisan ini dibuat, pemerintah Kota Jambi sedang mengembangkan Bandara Sultan Thaha jambi agar menjadi Bandara yang bertaraf Internasioanal. Pembangunannya diperkirakan akan selesai tahun 2013.

Bandara Sultan Thaha
Kota jambi memiliki banyak sekali objek wisata yang menarik untuk di kunjungi. Apa saja itu? ayo kita lihat satu persatu…

1. Disambut Patung Tari Sekapur Sirih.

Saat anda datang dari Bandara Sultan Thaha menuju pusat kota Jambi, tepatnya dipersimpangan tugu adipura, anda akan melewati sebuah patung sejumlah manusia sedang menari dengan jumlah (kalau tidak salah) 15 patung. patung itu adalah patung Tari Sekapur Sirih. Patung tari sekapur sirih ini dibuat oleh pemerintah setempat sebagai simbol “selamat datang” di Kota Jambi .
Patung Tari Sekapur Sirih
Jari Nan Sepuluh, Tanda Ucapan Selamat Datang di Kota Jambi
Memang biasanya bila ada pejabat/ orang penting yang datang pasti akan disajikan tari Sekapur Sirih sebagai tanda ucapan selamat datang dan penghargaan untuk tamu yang datang dari jauh.

2. Kawasan Taman Rimba

Tidak jauh dari bandara (hanya berjarak 500m) terdapat sebuah kawasan yang dahulunya digunakan sebagai tempat pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional ke 18 pada tahun 1997. Kawasan ex-MTQ itu oleh warga setempat biasa disebut sebagai kawasan Taman Rimba. Sekarang kawasan Taman Rimba ini dipergunakan untuk pergelaran berbagai event event penting oleh pemerintah/swasta. Saat tidak ada event, tempat seluas 18 ha ini dijadikan sebagai taman hiburan, rekreasi dan olahraga.
Anjungan Kab. Batanghari di Taman Rimba Jambi
Arena EX-MTQ Taman Rimba
Disini terdapat anjungan rumah adat dari semua kota/kabupaten se propinsi jambi, replika candi tinggi (salah satu candi di kompleks candi Muaro Jambi) , replika patung, serta lapangan terbuka luas yang digunakan sebagai tempat berolahraga (joging) oleh masyarakat sekitar.  Cuma sayangnya tempat ini tampak terlantar, padahal kalau dikelola dengan baik, pasti bisa menarik wisatawan.
Anjungan Kabupaten Kerinci di Taman Rimba
Ukiran Warna Warni
Selain itu dikawasan ini terdapat Kebun Binatang Taman Rimbo yang dihuni kurang lebih 180 binatang berbagai jenis primata, reptil, burung, dan mamalia. Yang menjadi primadona di kebun Binatang ini adalah Harimau Sumatra yang keberadaannya di alam kini mulai mengkhawatirkan. Habitat asli Harimau Sumatra ini berada di Seluruh kawasan Propinsi Jambi, terutama di daerah Taman Nasional seperti di Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit 30 dan 12.
Harimau Sumatera Sang Primadona

Penghuni Bonbin Taman Rimba yang lainnya ( Monyet, Rusa, Kasuari, Binturong)
Sayangnya saat malam hari, kawasan Taman Rimba ini cenderung sepi dan gelap sehingga sering dijadikan tempat “nongkrong” anak anak muda jambi.
Kiri : Suasanya jalan menuju Taman Rimba saat malam hari
kanan : Lampu jalan kota jambi yang berupa “lampu taman” dengan ukiran berbentuk Angso Duo
3. Balairung Sari

Jika anda menyukai ukiran, arsitektur dan kebudayaan melayu Jambi, maka Balairung Sari ini tidak boleh dilewatkan. Tempat ini adalah markas lembaga adat melayu jambi. Setiap ada event yang melibat melayu jambi biasanya akan dilaksanakan ditempat ini. Salah satunya adalah saat penganugrahan gelar adat Melayu Jambi, Sri Paduko Maharajo Notonegoro kepada bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Balairung Sari ini berada di Jalan M. Yusuf Singedekane No. 30, Tidak begitu jauh dari Museum Negeri Jambi.
Balairung Sari- Lembaga Adat Melayu Jambi
Ukiran Melayu Jambi
4. Empat Jembatan Kebanggaan Kota Jambi

Kota jambi yang dibelah oleh aliran sungai Batanghari dari barat ke timur membuat kota jambi terpisah menjadi Kota Jambi dan Kota Seberang Jambi. Untuk menghubungkannya, terdapat 2 Jembatan yang membelah Sungai Batanghari (Tidak lama lagi akan menjadi 3 Jembatan), dan puluhan jembatan yang melintasi anakan sungai batanghari.

Jembatan Batanghari I ( Aurduri) – Jembatan ini adalah berada di paling barat laut kota jambi. Jembatan ini menghubungkan Kota Jambi dengan Kota Jambi Seberang, sekaligus menghubungkan ke Jalan Lintas Timur dan Lingkar Barat Kota Jambi. Jembatan ini merupakan jembatan yang paling pertama di bangun.

Jembatan Batangahari I (Auduri)
Malam yang Indah di Jembatan Auduri Jambi


Jembatan Batanghari II – Jembatan yang berada di sudut timur laut Kota Jambi ini, memiliki panjang sekitar 1,4 kilometer. Panjang memang karena jembatan ini  melintasi Sungai Batanghari dan juga Pulau Sijenjang. Jembatan ini dirancang sebagai  akses jalur transportasi terdekat menuju Muara Sabak-Pelabuhan Samudera yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jembatan ini relatif baru ( selesain tahun 2010) dan menjadi icon baru jambi. Setiap sore hari banyak warga jambi yang berdiri di pinggir jembatan menyantap hangatnya jagung bakar sambil menikmati panorama sunset dari atas Jembatan.

Jembatan Batanghari II (dalam kabut pagi)
Jembatan Makalam – Jembatan Makalam berada di Pusat Kota Jambi, Jembatan ini menjadi penghubung jalan alternatif dari jalan Makalam ke Simpang Kapuk jika kita melewatinya dari arah Cempaka Putih. Jembatan Makalam diambil dari nama gubernur pertama provinsi jambi yaitu Makalam. Nama ini digunakan karena untuk mengenang jasa-jasa beliau pada saat lahirnya Provinsi Jambi. tapi ada juga yang bialng Makalam itu kependekan dari Makam Lama.  Jembatan ini memilki panjang ± 500 meter dan lebar ± 10 meter

Jembatan Makalam
Jembatan Gantung Pedestrian – Sampai tulisan ini dibuat, jembatan ini memang baru sampai tahap akan di bangun. Jembatan ini nantinya akan menjadi icon baru kota Jambi. Jembatan gantung ini berlokasi tepat di pusat kota, tepatnya didepan gubernuran Kota Jambi dan akan menghubungkan Pusat Kota Jambi dengan Kota Jambi Seberang (Sekoja). Rencananya jembatan ini akan rampung tahun 2014. Jembatan gantung ini bukan ditujukan untuk lalu lalang kendaraan (mobil), tapi dibuat untuk pejalan kaki yang ingin berwisata ke Kota Jambi Seberang (Sekoja). Memang Jembatan Gantung ini dibuat untuk menarik minat wisatawan ke Jambi sekaligus berwisata ke pusat pariwisata di Kota Jambi Seberang. Kita Tunggu saja..
Maket Jembatan Gantung Jambi ( foto dari skyscrapercity)
Gentala Arasy Jambi yang Sesungguhnya
Suasa Sore di Gentala Arasy Jambi
5. Kawasan Wisata Tanggo Rajo

Kawasan ini berada di pusat Kota Jambi. Lokasinya langsung berhadapan dengan sungai Batang Hari dan tepat berada di depan rumah dinas Gubernur Jambi ( Gubernuran). Waktu terbaik mengunjungi kawasan ini adalah saat sore dan malam hari. Di Tanggo Rajo ini kita bisa menikmati jagung bakar dan es tebu yang banyak dijual disepanjang sungai Batanghari. Saat sore hari jangan lewatkan  pemandangan sunset di sungai batanghari yang luar biasa. Saat malam hari anda bisa bersantai sambil menikmati keindahan kelap kelip lampu dari Kota Jambi Seberang yang memantul di permukaan sungai batanghari.

Kawasan Wisata Tanggo Rajo ( Es Tebu, Kelap kelip pantulan lampu sungai di BatangHari, Sunset di Tanggo Rajo)
Gubernuran Jambi
6. Masjid Agung Al-Falah / 1000 Tiang 
 
Masjid Agung Al-Falah atau yang lebih dikenal dengan masjid 1000 tiang ini adalah masjid terbesar di Kota Jambi. Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Jambi ini berada di Jalan Sultan Thaha di pusat kota Jambi. Disebut masjid 1000 tiang karena memang masjid ini memiliki banyak sekali tiang yang dapat langsung dilihat dari luar masjid. Walaupun jumlah sebenarnya hanya 256 tiang saja. Masjid ini tidak memiliki dinding dan pintu, mirip seperti sebuah pendopo yang terbuka luas dengan 1 kubah besar. Disampingnya terdapat menara yang cukup tinggi.

Masjid Agung Alfalah / 1000 Tiang.
Kiri : 1000 Tiang
Kanan : Dibatasi Kolam

Walaupun tidak memiliki dinding/pintu, bukan berarti anda bisa masuk begitu saja kedalam masjid ini. Masjid ini dikelilingi kolam buatan dan dipagari sehingga tempat masuknyapun terbatas di depan dan samping kiri-kanan saja. Ohya konon katanya lokasi masjid ini dulunya adalah bekas pusat kerjaan Malayu Jambi yang kemudian beralih menjadi benteng belanda, markas TNI, baru kemudian menjadi masjid. CMIWW

Kiri : Menara masjid agung Alfalah
Kanan : Lampu gantung hias tepat di bawah kubah
Al-Falah Malam Hari
Lampu yang bersinar di Setiap Sudut Masjid
Sudah itu saja? belum.. masih banyak lagi pesona Kota Jambi yang lain. Diantaranya adalah Hutan Pinus, Danau/Solok Sipin, Taman Anggrek, Kawasan Kantor Gubernur, Kawasan Jalan baru, dan banyak lagi. Semua itu akan saya bahas di postingan berikutnya…




Rabu, 08 November 2017

Membujuk Generasi yang "Menunduk"


Gadget
Mendengar kata “Gadget” yang ada di bayangan saya adalah benda dengan ukuran yang tidak besar dan bisa dibawa kemana-mana. Dimana saja saya berada disitu saya bisa melihat Gadget. Baik di rumah, di masjid, di sekolah, di pasar bahkan di jalan pun semua orang main Gadget. Penomena Gadget pada zaman sekarang memang menjadi life style yang tidak dapat dipungkiri kehadirannya. Bukan hanya saja orang dewasa, anak-anak pun menjadi kecanduan main Gadget. Dan dengan kehadiran Gadget ditengah-tengah zaman modern seperti ini menjadikan generasi sekarang menjadi generasi “menunduk.”
Menarik untuk kita telaah lebih jauh mengenai pengaruh kehadiran Gadget terhadap generasi sekarang terutama pengaruh Gadget pada generasi muda. Kali ini saya ingin memberi pandangan mengenai pengaruh perkembangan Gadget terhadap perilaku dan sikap generasi sekarang.  
Dizaman milenium sekarang ini, perkembangan Gadget tidak dapat dipungkiri kehadirannya, dengan kehadiran Gadget dapat membujuk generasi untuk “menunduk.”
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.

Pada era globalisasi saat ini, penguasaan teknologi menjadi prestise dan indikator kemajuan suatu negara. Negara dikatakan maju jika memiliki tingkat penguasaan teknologi tinggi (high technology), sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi sering disebut sebagai negara gagal (failed country).
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia.
Di sisi lain, manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia modern. Kemajuan teknologi, yang semula untuk memudahkan manusia, ketika urusan itu semakin mudah, maka muncul “kesepian” dan keterasingan baru, yakni lunturnya rasa solidaritas, kebersamaan, dan silaturrahmi. Contohnya penemuan televisi, komputer, internet, dan handphone telah mengakibatkan kita terlena dengan dunia layar. Layar kemudian menjadi teman setia, bahkan kita lebih memperhatikan dunia layar dibandingkan istri/suami, dan anak sekalipun.
Facebook, twitter, BBM, WhatsApp, Instagram dan Youtube kini menjadi fenomenal dikalangan masyarakat umum di Indonesia. Dengan Aplikasi tersebut membuat komunikasi lebih mudah, cepat dan praktis. Dan kini, Aplikasi tersebut menjadi konsumsi sehari-hari bagi masyarakat umum, tidak kecuali bagi pelajar dan mahasiswa. Kemunculan teknologi yang praktis ini akan menjadi pedang bermata dua bila kita tidak bijak dalam menggunakannya. 
Genenrasi "Menunduk"

Generasi “menunduk” itulah istilah unik dan tepat untuk menggambarkan masyarakat modern terutama dikalangan pelajar dan mahasiswa yang penggila Gadget dan Internet. Alasannya, coba kita perhatikan, hampir setiap orang menunduk karena terfokus pada Gadget yang mereka genggam, tidak mengenal tempat dan waktu. Apakah hal ini merupakan sebuah kesalahan? Sebenarnya tidak. Tetapi, hal itu akan menjadi sebuah kesalahan ketika dilalukan secara berlebihan hingga dampak buruk terjadi.
Pada kenyataannya, dampak buruk memang sudah terjadi akibat aktifitas generasi “menunduk” tersebut. Dampak buruk itu lebih dirasakan pada diri sendiri, baru kemudian pada orang lain. Krisis moral dan disfungsi sosial yang berlebih menjadi titik akibat dari kenyataan tersebut. Tidak sedikitkita temui berita kriminal yang berawal dari hubungan di jejaring sosial, cybersex, tuntutan dan hujatan, hoax, dan kasus-kasus yang lain. Dalam kesehariannya pun generasi “menunduk” cenderung melalaikan tugas-tugasnya karena keasikan main Gadget.

Pengaruh Negatif Teknonogi (Gadget) bagi generasi “menunduk”
Meskipun teknologi memberikan banyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain kemajuan teknologi (Gadget) akan berpengaruh negatif pada aspek sosial budaya, kepribadian dan karakter generasi “menunduk”:

Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.

Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani. 
Lunturnya Tradisi di Masyarakat

Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

Pola interaksi anak terhadap teman dan keluarga yang berubah
Kehadiran gadget membuat anak cenderung menyendiri, ini membuat anak sibuk dengan aktivitasnya sendiri dengan gadgetnya.

Kurangnya komunikasi anak dan keluarga 


Keluarga yang baik anak menciptakan anak yang baik pula. Komunikasi yang baik terhadap anak akan membawa kenyaman dan keterbukaan anak terhadap orang tua.

Namun, dengan kehadiran gadget membuat komunikasi anak dan keluarga berkurang anak cenderung menundunduk menatap layar gagdet-nya untuk mencari informasi yang up to date melalui media masa dibanding berkomunikasi dengan keluarga.
Tugas sekolah tak kunjung selesai

Dampak negatif dari kemajuan teknologi banyak mendatangkan kelalaian anak terhadap tugas sekolah atau kuliahnya. Pasalnya anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membuka atau membaca sesuatu yang tidak penting dari layar gadget-nya sehingga lupa tugasnya sebagai pelajar.

Mendatangkan mala petaka

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan istilah Hoax, yaitu berita yang berisi kebencian dan berita bohong. Media sosial dapat mendatangkan mala petaka bagi pengguna yang tidak bijak.
Dengan kemudahan bermedia sosial generasi menunduk dapat berinteraksi ataupun mengeluarkan aspirasi yang berlebihan. Hal ini akan dapat mendatangkan mala petaka seperti kebencian, fitnah dan kekersasan.

Kurangnya kegiatan positif anak di sekolah mauapun di lingkungan masyarakat

Akibat kehadiran gadget sedikit banyaknya telah membuat kurangnya kegiatan positif anak zaman sekarang
Di sekolah misalnya, anak-anak lebih suka mencari berita-berita tidak penting, atau selfi ria bersama teman-temannya dibandingkan ikut kegiatan ekstrakurikuler. Dalam lingkungan masyarakat, kehadiran Gadget membuat pergaulan anak terbatas. Anak-anak kurang mengikuti kegiatan atau organisasi-organisasi masyarakat. Misalnya remaja masjid. Anak-anak lebih suka menyendiri dalam kamar ataupun di rumah dengan Gadgetnya.


Sebenarnya, masih banyak pengaruhburuk dari perkembangan Gadget terhadap perilaku anak-anak yang menyimpang. Itu hanya beberapa yang saya temui disekitar lingkungan saya. Namun demikian, belum terlambat bila kita ingin turn back crime terhadap pengaruh buruk anak terhadap perkembangan Gadget.
Saya selaku generasi muda mencoba memberi solusi terhadap pengaruh negatif perkembangan Gadget. Intinya bila kita ingin balas balik pengaruh buruk gadget terhadap generasi menunduk, kita bisa memulainya pada diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Apabila kita bekerjasama mengatasi pengaruh buruk Gadget saya yakin kita dapat membujuk generasi yang“menunduk” kearah yang lebih positif.


Keluarga yang harmonis dan perhatian





Keluarga merupakan salah satu komunitas terkecil yang menjadi landasan pertama untuk membentuk karakter anak. Keluarga yang baik, akan menciptakan generasi yang baik pula. Pengaruh baik atau buruk dari perkembangan Gadget dimulai dari keluarga. Keluarga yang selalu memperhatikan perilaku anak dapat memfilter sikap negatif anak dari pengaruh buruk Gadget.

Tanamkan nilai Agama yang baik



Dari segala permasalahan diatas, Nilai-nilai agama yang baik itulah jawabannya. Peran agama memang sangat diperlukan di tengah masyarakat modern ini. Pertama, karena nilai-nilai agama memang yang paling tepat sebagai acuan moral masyarakat. Kedua, karena agama berguna untuk menumbuhkan kadar spiritualitas yang tinggi. Jika kadar spiritualitas seseorang tinggi, otomatis ia tidak akan melakukan hal-hal yang tidak bermoral.



Bila dihubungkan dengan problem generasi “menunduk” yang bebas melangkah di dunia maya, maka agama memiliki peran sebagai filter. Karena dalam  mengakses internet tidak ada hal-hal yang membatasi kita untuk membuka apa saja. Akibatnya sulit untuk memfilter mana yang baik dan yang buruk. Di sinilah perlu adanya kesadaran dari dalam untuk membentengi diri kita dari hal negatif. Selain itu, perlu adanya upaya-upaya yang dilakukan sebagai bentuk konkrit untuk menanamkan nilai dan norma agama tersebut.Salah satu upaya itu adalah mengalihkan kegiatan mengakses internet ke arah yang positif seperti aktif di blog-blog keilmuan atau blog-blog yang bernafaskan keagamaan. Bisa juga mengalihkan pada hal-hal yang berhubungan dengan minat dan bakat para pengguna internet untuk menunjukkan kreatifitasnya. Tentu didasarkan pada nilai-nilai yang positif.

Pengawasan orang tua yang intense







Orang tua yang sibuk dengan pekerjaan tanpa pengawasan yang intense terhadap anak menjadi salah satu faktor anak berperilaku menyimpang. Sesibuk apapun orang tua, alangkah lebih baik selalu menyempatkan berkomunikasi pada anak. Misalnya bertanya berita apa yang up to date dan menjadi tranding topic sekarang, dan perintahkan anak untuk mencarinya menggunakan Gadgetnya tetapi harus tetap dalam pengawasan orang tua.

Jangan mengikuti keinginan anak yang berlebihan
Anak yang selalu menuntut keinginannya menjadi salah satu faktor pengaruh buruk generasi sekarang. Keinginan anak yang berlebihan anak menjadi mata pedang yang dapat melukai diri sendiri. Orang tua seharusnya selektif memilih dan menuruti keinginan anak. Anak dibawah umur seharusnya tidak perlu diberikan Gadget/smartphone yang dapat mempengaruhi perilakunya. Anak dibawah umur sepatutnya diberikan barang-barang yang berguna untuk dirinya sesuai dengan umurnya.

Upaya selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menyadarkan para individualis 
Agar mereka meyeimbangkan sosialisasinya antara di dunia maya maupun nyata. Upaya ini bisa dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti keluarga, guru atau teman untuk meredamkan sikap mereka yang cenderung egois. Misalnya, kita sampaikan tentang pentingnya silaturrahim. Bahwa silaturrahim tidak hanya dilakukan di dunia maya tetapi juga dunia nyata yang lebih real.

Peran Pemerintah 

Demi menciptakan Indonesia bebas generasi “menunduk” saya berharap peran pemerintah dalam menangani pengguna Gadget dalam negeri dapat di kurangi. Terutama pengguna gadget pada generasi muda. 

Menurut saya, peran pemerintah masih lemah mencegah pengguna Gadget dibawah umur. Salah satu peran pemerintah dalam mencegah generasi “menunduk” adalah membuat peraturan atau undang-undang untuk generasi dibawah umur dilarang menggunakan Gadget. Apabila melanggar, akan mendapat hukuman ataupun denda yang setimpal. Memang, menggunakan Gadget adalah hak pribadi seorang tetapi ini adalah cara yang ampuh untuk mengurangi dampak buruk dari perkembangan Gadget pada generasi yang “menunduk.”


Sekian. Terima Kasih....... !!! 




Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Android

PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI ETNOSAINS Kurikulum merdeka belajar memiliki empat karakteristik utama untuk mendukung pemulihan pembelajaran ...