Kompleks percandian apakah yang terluas se asia tenggara? kalau
jawabannya Borobudur di Jawa Tengah atau Angkor Wat di Kamboja, maka
jawaban anda salah besar. Ternyata kompleks percandian terluas se Asia
Tenggara berada di provinsi Jambi. Kawasan percandian itu bernama
Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berada di Kabupaten Muaro Jambi,
tepatnya di kecamatan Muaro Sebo.
![]() | ||
| Candi Gumpung, Salah satu candi di Kompleks Candi Muaro Jambi |
Kompleks candi ini adalah salah satu
wisata andalan Propinsi Jambi yang mulai dikenal di dalam maupun diluar
negeri karena nilai sejarahnya yang masih penuh misteri. Bahkan,
kompleks ini sudah masuk dalam daftar tentatif World Heritage lohh….
Penasaran
ingin kesana?? Lokasinya berada di sebelah Timur Laut Kota Jambi,
sangat dekat dan bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama kurang
lebih 45 menit saja. Kalau dari Kota Jambi, cukup berjalan ke arah
timur, kemudian ke utara melewati jembatan Batang Hari II. Teruslah ke
utara, anda akan menemui beberapa persimpangan teruslah berbelok
kekanan. Setelah melewati 2 buah jembatan kecil, perhatikan perhatikan
rambu penunjuk jalan karena disitu akan ada penunjuk jalan menuju
candi. Tiket masuk ke dalam kompleks 8ribu rupiah/motor, sudah termasuk
biaya parkir.
![]() |
| Gerbang Masuk Candi Muaro Jambi |
Begitu masuk kedalam kompleks, akan terlihat beberapa candi, bangunan
gedung yang berfungsi sebagai wisma dan museum yang di gunakan untuk
menyimpan arca arca dan benda peninggalan lainnya yang berasal dari
kompleks candi Muaro jambi. Tapi sayangnya tempat penyimpanan benda
bersejarah ini kadang buka kadang tutup. Memang kesan pertama melihat
kompleks candi Muaro Jambi adalah berantakan dan kurang terurus.
Mungkin kalau dibandingkan dengan kompleks candi lain di Pulau Jawa,
memang kompleks candi Muaro Jambi masih belum di kelola dengan baik.
![]() |
| Deretan Stupa |
Disini masyarakat setempat menyewakan sepeda dengan tarif 10 ribu sampai
20 ribu perjam. Kenapa harus sewa sepeda? karena kompleks candi ini
sangat luas sehingga tidak akan bisa di eksplor dengan jalan kaki.
Ditambah lagi masih banyak jalan jalan kecil dan tidak beraspal
sehingga mobil maupun motor akan sulit lewat.
![]() |
| Sepeda |
Kompleks situs ini mempunyai luas 12 Kilometer persegi, panjang lebih
dari 7 Kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah
dengan jalur sungai. Itu artinya luasnya 12 kali luas kompleks candi
borobudur dan 2 kali luas kompleks angkor wat.
![]() |
| Peta Kompleks Candi Muaro Jambi |
Kompleks ini terdiri dari 82 candi yang sebagian besar belum di
identifikasi, jadi masih berupa gundukan tanah/batu bata. Tumpukan atau
reruntuhan bangunan kuno itu disebut Menapo oleh warga sekitar candi.
Dari sekian banyak candi, ada 12 candi yang sudah di beri nama,
diantaranya Candi Kotomahligai, Candi Kedaton, candi Gedong satu dan
Gedong dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu dan Candi
Astano, Candi Teluk 1 dan 2,Candi Sialang dll.
![]() |
| Candi Gumpung |
Sama seperti candi lain di Sumatra, candi yang berada di Muaro Jambi
tersusun dari Batu Bata, Candi yang pertama yang ditemui adalah candi
Gumpung, candi ini nampaknya relatif utuh, berada di permadani rumput
yang hijau, dikelilingi tembok bata dan parit kecil. Didepan candi
gumpung terdapat Makara dengan bentuk yang sangat unik.
![]() |
| Makara |
Selain candi Gumpung, terdapat candi tinggi, yang relatif masih utuh dengan batu bata yang tersusun rapi.Kita
bisa naik ke atas candi tinggi ini, asalkan tidak merusak, mencoret
maupun mengotori candi. Dari kejauhan nampak masih banyak tumpukan batu
bata yang sudah hancur disekitar candi Tinggi dan Gumpung.Lalu
ada Candi Kembar Batu yang terletak kurang lebih 250 meter dari Candi
Tinggi. Ohya,tidak jauh dari pintu masuk tadi, terdapat kolam kuno yang
bernama Telago Rajo.
![]() |
| Telago Rajo |
![]() |
| Candi Tinggi |
![]() | |
| Dari Atas Candi Tinggi |
Eits.. itu belum semua, karena yang baru dilihat barulah “permulaan”
dari kompleks candi Muaro Jambi yang sesungguhnya. Inilah saatnya
bersepeda karena masih banyak candi lain yang masih tersembunyi.
Diantaranya adalah Candi Astano yang memiliki 12 sisi, candi ini nampak
secara jelas dikelilingi parit dan kanal. Didepannya terdapat kanal
temporer yang hilang timbul sesuai pasang surut. Selain itu masih ada
candi gedong I dan II.
![]() |
| Candi Gedong |
![]() |
| Candi Gedong |
Dari candi kedaton II jalanan sudah tidak bagus lagi, sebagian besar
jalanan tanah yang berlubang dan becek saat hujan. Disamping kiri kanan
jalan akan nampak Menapo Menapo ( reruntuhan kuno ) yang belum di
identifikasi. Ada lagi 1 candi besar yang ditemui yang letaknya cukup
jauh yaitu Candi Kedaton. Namun sayang candi ini nampaknya masih perlu
dipugar.
![]() | |
| Runtuhan Candi yang tidak utuh lagi |
Candi yang paling jauh adalah candi Koto Mahligai, letaknya cukup jauh
dari Pintu masuk candi muaro jambi, namun dekat bila datang dari jalan
jambi – muara sabak. Suasana candi di Koto Mahligai terasa sangat
mencekam karena disini banyak sekali Menapo dan reruntuhan kuno yang di
kelilingi dan di tumbuhi oleh pohon pohon berukuran raksasa.
![]() | |
| Candi koto mahligai |
Selain Candi, kita juga bisa menikmati wisata kanal kuno di kompleks
candi muaro jambi. Kanal kanal dan parit kuno yang dulunya digunakan
oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi (seperti di
Venice) dari dan ke candi satu ke candi lainnya .kanal kanal itu
terhubung dengan danau Kalari dan sungai Batang hari.
![]() |
| Kanal Kuno |
Candi, kanal, dan parit ini membentuk
arsitektur kota kuno muaro jambi yang menakjubkan. Dilihat dari
kompleksitas arsitekturnya, Kompleks candi muaro jambi memang benar
benar sebuah ” lost kingdom” di sumatra. Ada yang mengatakan bahwa
dulunya kompleks candi Muaro Jambi adalah tempat belajar agama budha
yang cukup terkenal di asia. Bahkan ada anggapan bahwa kompleks candi
Muaro Jambi adalah universitas tertua di Nusantara.
Memang kompleks candi Muaro Jambi masih
“tertidur” dan perlu dibangunkan kembali. Itulah mungkin tugas para
arkeolog muda dan pemerhati untuk merangkai puzzle puzzle dari puluhan
menapo yang masih berupa runtuhan misteri.
Candi Kedaton : Candi “Baru” di Muaro Jambi
Candi muaro jambi kini telah banyak mengalami perubahan. Banyak hal yang sudah berubah. Pengunjung dan penjaja makanan semakin ramai terutama di kompleks percandian utama ( candi Gumpung dan Candi Tinggi ). Bangunan bangunan candi dan reruntuhan bata yang dulunya masih terkubur didalam tanah kini mulai di gali dan di pugar. Salah satu proses pemugaran yang paling mencolok adalah Kompleks Candi Kedaton yang berada di sebelah barat kompleks percandian utama.
Beberapa tahun yang lalu, sebgaian kompleks candi kedaton masih terkubur dalam tanah dan sebagian lagi tersembunyi di balik semak semak dan rimbunnya pepohonan. Waktu itu, saya cuma bisa melihat candi kedaton dari kejauhan. Saya tidak berani untuk masuk karena terasa sangat angker.
Sekarang semua telah berubah. Kompleks candi kedaton mulai dipugar sehingga mulai nampak wujud aslinya. Menurut keterangan yang ada, Kompleks Candi Kedaton sudah diketahui sejak tahun 1976 namun baru mulai dilakukan pemugaran bertahap mulai dari tahun 2010 dan berlangsung hingga sekarang. Dari hasil penelitian arkeologi menunjukkan bahwa kompleks Candi Kedaton merupakan bangunan yang paling besar dan luas di antara kompleks candi di Muaro Jambi. Luasnya 55.850 m2 dibatasi oleh pagar keliling terbuat dari batu bata. Sedangkan bangunan induk luasnya 28,13 m x 25,5 m dengan bata isian berupa batu kerakal berwarna putih. Selain bangunan utama, ada pula gapura dengan 3 buah makara, di salah satu makara tersebut terdapat pahatan prasasti. Selain bangunan, ada pula benda purbakala yang di temukan di kompleks candi kedaton, diantaranya Padmasana, arca gajah, belanga perunggu dan temuan lainnya.
Saat kami kesini, sedang berlangsung pemugaran di sekitar gapura. Batu bata yang berserakan di pugar dan di rekonstruksi sedemikian rupa agar mendekati bentuk aslinya. Walaupun kesan pemugaran ini terburu buru, namun saya cukup senang dengan progres yang ada.
Candi Kedaton : Candi “Baru” di Muaro Jambi
Candi muaro jambi kini telah banyak mengalami perubahan. Banyak hal yang sudah berubah. Pengunjung dan penjaja makanan semakin ramai terutama di kompleks percandian utama ( candi Gumpung dan Candi Tinggi ). Bangunan bangunan candi dan reruntuhan bata yang dulunya masih terkubur didalam tanah kini mulai di gali dan di pugar. Salah satu proses pemugaran yang paling mencolok adalah Kompleks Candi Kedaton yang berada di sebelah barat kompleks percandian utama.
![]() |
| Gapura candi Kedaton |
Beberapa tahun yang lalu, sebgaian kompleks candi kedaton masih terkubur dalam tanah dan sebagian lagi tersembunyi di balik semak semak dan rimbunnya pepohonan. Waktu itu, saya cuma bisa melihat candi kedaton dari kejauhan. Saya tidak berani untuk masuk karena terasa sangat angker.
Sekarang semua telah berubah. Kompleks candi kedaton mulai dipugar sehingga mulai nampak wujud aslinya. Menurut keterangan yang ada, Kompleks Candi Kedaton sudah diketahui sejak tahun 1976 namun baru mulai dilakukan pemugaran bertahap mulai dari tahun 2010 dan berlangsung hingga sekarang. Dari hasil penelitian arkeologi menunjukkan bahwa kompleks Candi Kedaton merupakan bangunan yang paling besar dan luas di antara kompleks candi di Muaro Jambi. Luasnya 55.850 m2 dibatasi oleh pagar keliling terbuat dari batu bata. Sedangkan bangunan induk luasnya 28,13 m x 25,5 m dengan bata isian berupa batu kerakal berwarna putih. Selain bangunan utama, ada pula gapura dengan 3 buah makara, di salah satu makara tersebut terdapat pahatan prasasti. Selain bangunan, ada pula benda purbakala yang di temukan di kompleks candi kedaton, diantaranya Padmasana, arca gajah, belanga perunggu dan temuan lainnya.
Saat kami kesini, sedang berlangsung pemugaran di sekitar gapura. Batu bata yang berserakan di pugar dan di rekonstruksi sedemikian rupa agar mendekati bentuk aslinya. Walaupun kesan pemugaran ini terburu buru, namun saya cukup senang dengan progres yang ada.


































































