Kamis, 10 Januari 2013

RAHASIA_Q

Apakah Kita Mampu Menjadi Remaja Unggul???

Jawabannya pasti “BISA”. Remaja unggul bukan berarti remaja yang sempurna tanpa ada kekurangan sama sekali. Tapi remaja unggul adalah remaja yang bisa mempergunakan kelebihannya untuk kebaikan dirinya dan remaja unggul mampu menyembunyikan kelemahannya. 

Setiap individu lahir ke dunia ini membawa potensi diri masing-masing. Seringkali remaja-remaja menganggap dirinya lemah, kecil, muda. Dengan pemikiran seperti itu malah akan menghambat remaja mengembangkan kemampuan dan potensi-potensi yang dia miliki. Oleh karena itu, untuk menjadi remaja unggul kita harus mengetahui dan mengenal persis potensi dan bakat yang kita miliki.Dengan mengetahui potensi diri kita, kita bisa membuat berbagai perubahan besar dalam kehidupan kita. Bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain. Jadi, “remaja” bukan menjadi alasan kita untuk tidak mengembangkan kemampuan dan potensi kita. Malah masa remaja adalah masa emas kita untuk mengembangkan potensi yang kita miliki.

A.   Apa itu potensi?
Menurut asal-usul katanya, kata “potensi” berasal dari kata potency. Secara umum berarti semua hal yang bisa dicapai dengan sukses jika kita mengembangkan dan menggunakan bakat atau kemampuan alami yang ada dalam diri kita. Tiap-tiap remaja tentu memiliki potensi yang berbeda-beda. Dengan mengetahui potensi diri kita sebaik-baiknya, kemungkinan besar kita akan sangat mudah menentukan tujuan kita. Mulailah mengenali potensi diri. Dengan mengenali potensi yang kita miliki, itu akan mempermudah kita untuk menjadi remaja yang unggul.
Aktivitas untuk membantu temukan potensi diri :
Mengakrabi alam.
Menonton acara televisi.
Membaca buku.
Aktivitas di lingkungan.
Terbuka terhadap aneka peristiwa.
Mencoba hal-hal yang baru.
B.   Apa itu bakat?
Apa yang dimasud dengan bakat? Sebagian orang menyebut bakat sebagai talenta. Bakat pada seseorang pada dasarnya terkait dengan dua hal. Pertama, kemampuan alami yang khusus. Dan kedua, kekuatan untuk menggapai sebuah prestasi atau kesuksesan. Untuk bisa menjadi remaja unggul, bakat yang dimiliki perlu ditunjang oleh sejumlah faktor lainnya. Artinya, mengandalkan bakat semata-mata tampaknya tidaklah cukup. Bakat umunya bersumber dari struktur yang diwariskan secara genetik. Karenanya, ia bersifat bawaan. Bakat yang dimiliki seseorang bisa saaj tidak berkembang dikarenakan beberapa sebab seperti kurangnya kerja keras, kurangnya disiplin dan kurangnya ketekunan. Bakat yang tidak berkembang akan menghambat remaja untuk menjadi remaja unggul.
C.  Ciri-ciri Remaja berbakat
Ciri-ciri Intelektual/Belajar:   
Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang berbagai topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.
Ciri-ciri Kreativitas:   
Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya. Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
Ciri-ciri Motivasi:      
Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya). Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.
SYAMSUL BAHARI
SMAN 2 MUARO JAMBI
081994702197

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Android

PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI ETNOSAINS Kurikulum merdeka belajar memiliki empat karakteristik utama untuk mendukung pemulihan pembelajaran ...