Apakah Kita Mampu Menjadi Remaja Unggul???
Jawabannya pasti “BISA”. Remaja unggul
bukan berarti remaja yang sempurna tanpa ada kekurangan sama sekali.
Tapi remaja unggul adalah remaja yang bisa mempergunakan kelebihannya
untuk kebaikan dirinya dan remaja unggul mampu menyembunyikan
kelemahannya.
Setiap individu lahir
ke dunia ini membawa potensi diri masing-masing. Seringkali
remaja-remaja menganggap dirinya lemah, kecil, muda. Dengan pemikiran
seperti itu malah akan menghambat remaja mengembangkan kemampuan dan
potensi-potensi yang dia miliki. Oleh karena itu, untuk menjadi remaja
unggul kita harus mengetahui dan mengenal persis potensi dan bakat yang
kita miliki.Dengan mengetahui potensi diri kita, kita bisa
membuat berbagai perubahan besar dalam kehidupan kita. Bukan hanya
bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain.
Jadi, “remaja” bukan menjadi alasan kita untuk tidak mengembangkan
kemampuan dan potensi kita. Malah masa remaja adalah masa emas kita
untuk mengembangkan potensi yang kita miliki.
A. Apa itu potensi?
Menurut asal-usul
katanya, kata “potensi” berasal dari kata potency.
Secara umum berarti semua hal yang bisa dicapai dengan sukses jika kita
mengembangkan dan menggunakan bakat atau kemampuan alami yang ada dalam
diri kita. Tiap-tiap remaja tentu memiliki potensi yang berbeda-beda.
Dengan mengetahui potensi diri kita sebaik-baiknya, kemungkinan besar
kita akan sangat mudah menentukan tujuan kita. Mulailah mengenali
potensi diri. Dengan mengenali potensi yang kita miliki, itu akan
mempermudah kita untuk menjadi remaja yang unggul.
Aktivitas untuk
membantu temukan potensi diri :
1 Mengakrabi alam.
2 Menonton acara televisi.
3 Membaca buku.
4 Aktivitas di lingkungan.
5 Terbuka terhadap aneka
peristiwa.
6 Mencoba hal-hal yang baru.
B. Apa itu bakat?
Apa yang dimasud
dengan bakat? Sebagian orang menyebut bakat sebagai talenta. Bakat pada
seseorang pada dasarnya terkait dengan dua hal. Pertama, kemampuan alami
yang khusus. Dan kedua, kekuatan untuk menggapai sebuah prestasi atau
kesuksesan. Untuk bisa menjadi remaja unggul, bakat yang dimiliki perlu
ditunjang oleh sejumlah faktor lainnya. Artinya, mengandalkan bakat
semata-mata tampaknya tidaklah cukup. Bakat umunya bersumber dari
struktur yang diwariskan secara genetik. Karenanya, ia bersifat bawaan.
Bakat yang dimiliki seseorang bisa saaj tidak berkembang dikarenakan
beberapa sebab seperti kurangnya kerja keras, kurangnya disiplin dan
kurangnya ketekunan. Bakat yang tidak berkembang akan menghambat remaja
untuk menjadi remaja unggul.
C. Ciri-ciri Remaja berbakat
- Ciri-ciri
Intelektual/Belajar:
Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas,
penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat),
daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai
banyak bahan tentang berbagai topik, senang dan sering membaca, ungkapan
diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus
maupun peta dan ensiklopedi Cepat memecahkan soal, cepat menemukan
kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian,
mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk
menangani berbagai hal.
- Ciri-ciri Kreativitas:
Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik,
memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam
menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu
bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya
serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya
imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan
gagasan, karangan, dan sebagainya. Dalam pemecahan masalah menggunakan
cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat
bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan
atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
- Ciri-ciri Motivasi:
Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama,
tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas
putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin
mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha
berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya),
menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya
terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya). Senang dan
rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas
rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan
sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar
tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat
yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.
SYAMSUL BAHARI
SMAN 2 MUARO JAMBI
081994702197



Tidak ada komentar:
Posting Komentar