Bila
mendengar kata “candi” di bayangan saya hanya ada Borobudur di Jawa Tengah atau
Prambanan di Yogyakarta. Kedua candi tersebut cukup menggambarkan wajah
Indonesia dengan seribu satu tempat wisata yang wajib
untuk dikunjungi. Tapi, apakah kalian tahu candi yang terluas di Asia tenggara?
Kalaujawabannya Borobudur di Jawa Tengah atau Angkor Wat di Kamboja, maka
jawaban anda salah besar.Ternyata kompleks percandian terluas se Asia
Tenggara berada di provinsi Jambi. Kawasan percandian itu bernama
Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berada di Kabupaten Muaro Jambi,
tepatnya di kecamatan Muaro Sebo.
 |
| Gerbang Candi Muaro Jambi |
Ketika kalian masuk di Kompleks Percandian Muaro
Jambi, kalian akan disambut oleh candi Gumpung yang brdiri dengan kokoh dengan
ribuan batu tersusun diatasnya.
 |
Candi Gumpung, salah satu candi yanga da di kompleks candi Muaro Jambi.
Ribuan batu tersusun dengan Indah menyambut
dengan hangat kedatangan wisatawan. Untuk saya, ini adalah tempat saya di
besarkan. |
 |
| Candi Gumpung yang menawan |
Kompleks
candi ini adalah salah satu wisata andalan Propinsi Jambi yang mulai
dikenal di dalam maupun diluar negeri karena nilai sejarahnya yang masih
penuh misteri. Bahkan, kompleks ini sudah masuk dalam daftar
tentatif World Heritage lohh….
Penasaran ingin kesana?? Lokasinya berada di
sebelah Timur Laut Kota Jambi, sangat dekat dan bisa ditempuh dengan
kendaraan darat selama kurang lebih 45 menit saja. Kalau dari Kota Jambi,
cukup berjalan ke arah timur, kemudian ke utara melewati jembatan Batang
Hari II. Teruslah ke utara, anda akan menemui beberapa persimpangan
teruslah berbelok kekanan. Setelah melewati 2 buah jembatan kecil,
perhatikan perhatikan rambu penunjuk jalan karena disitu akan ada
penunjuk jalan menuju candi. Tiket masuk ke dalam kompleks 5 ribu
rupiah/motor, sudah termasuk biaya parkir. Kalau dari rumah saya, hanya
membutuhkan waktu 20 menit saja.
Inilah Candi Muaro Jambi, Kerajaan Sriwijaya
yang tertinggal. Surga kecil di mana keindahan alam, keindahan batu yang
tersusun, pohon yang tumbuh dengan subur, dengan sejuta cerita misterius, dan
keindahan runtuhan bebatuan. Semua itu disajikan seperti seribu pelangi diatas
candi. Karena serba keindahan tersebut, terkadang sulit memilih mana candi yang
dijelajahi terlebih dahulu.
Indah dan hijau, sepanjang mata memandang
 |
Rimbunan pohon dan hijaunya rerumputan yang
menyejukkan telah cukup mengawali perjalanan kami untuk mengelilingi kompleks
percandian yang luasnya mencapai 260 Ha. Sebagai icon provinsi Jambi dan
sebagai wadah educati dan penelitian candi muaro Jambi terawat hingga sekarang.
|
 |
| Pohon besar, di kompleks candi |
 |
| Rimbunya pohon yang hijau |
 |
| Cantik bukan? |
Jika kalian suka
sejarah dan mencari tempat baru yang berkaitan dengan alam Candi Muaro Jambi
adalah jawabannya. Kalau saya sarankan, kalian lebih baik mengunjungi candi
muaro jambi bersama teman atau keluarga, lebih seru lagi kalian membawa bekal
dari rumah. Tempat duduk? Jangan khawatir. Banyak anak-anak yang menjajalkan
berbagai alas duduk dari yang kecil hingga yang besar. Harganya terjangkau kok
Cuma 15.000 kalian bisa menikmati sejuknya udara perdesaan candi muaro jambi
dengan menyantap bekal yang kalian bawa.
 |
| Bercengkraman dengan Alam |
 |
| Terasa Indah saat bersama mereka |
Begitu masuk kedalam kompleks, akan terlihat
beberapa candi, bangunan gedung yang berfungsi sebagai wisma dan museum
yang di gunakan untuk menyimpan arca arca dan benda peninggalan lainnya
yang berasal dari kompleks candi Muaro jambi. Tapi sayangnya tempat
penyimpanan benda bersejarah ini kadang buka kadang tutup. Memang kesan
pertama melihat kompleks candi Muaro Jambi adalah berantakan dan kurang
terurus. Mungkin kalau dibandingkan dengan kompleks candi lain di Pulau Jawa,
memang kompleks candi Muaro Jambi masih belum di kelola dengan baik.
 |
| Deretan Stupa |
 |
| Stupa |
 |
| Sepeda |
Kompleks situs ini mempunyai luas 12 Kilometer
persegi, panjang lebih dari 7 Kilometer serta luas sebesar 260 hektar
yang membentang searah dengan jalur sungai. Itu artinya luasnya 12 kali
luas kompleks candi borobudur dan 2 kali luas kompleks angkor wat di Kamboja.
 |
| dengan Sepeda kalian siap menjelajahi candi Muaro Jambi |
Jika kalian ingin menjelajahi candi muaro jambi,
saya sarankan jangan jalan kaki jika kalian tidak ingin kaki kalian capek
(hehe).. naiklah kendaraan beroda dua, eeits, bukan motor tapi sepeda.Disini
masyarakat setempat menyewakan sepeda dengan tarif 10 ribu sampai 20 ribu
perjam. Kenapa harus sewa sepeda? karena kompleks candi ini sangat luas
sehingga tidak akan bisa di eksplor dengan jalan kaki. Ditambah lagi
masih banyak jalan jalan kecil dan tidak beraspal sehingga mobil maupun motor
akan sulit lewat.
 |
| Peta Kompleks Candi Muaro Jambi |
Kompleks
ini terdiri dari 82 candi yang sebagian besar belum di identifikasi, jadi
masih berupa gundukan tanah/batu bata. Tumpukan atau reruntuhan bangunan
kuno itu disebut Menapo oleh warga sekitar candi. Dari sekian banyak
candi, ada 12 candi yang sudah di beri nama, diantaranya Candi
Kotomahligai, Candi Kedaton, candi Gedong satu dan Gedong dua, Candi
Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu dan Candi Astano, Candi Teluk 1
dan 2,Candi Sialang dan lain-lain.
Jika tidak ingin teresat, kalian harus mengikuti petunjuk
jalan yang ada di peta. Jika kalian lupa, jangan khawatir disetiap sudut candi
terpasang peta kompleks candi muaro jambi.
Susunan Batu yang Mempesona
Jika kalian memasuki komplek percandian Muaro jambi, candi
gumpung akan menyambut kedatangan anda dengan gagahnya.
 |
Candi Gumpung
(sumber: jalanblog.wordpress.com) |
Sama seperti candi lain di Sumatra, candi yang berada di
Muaro Jambi tersusun dari Batu Bata, Candi yang pertama yang ditemui adalah
candi Gumpung, candi ini nampaknya relatif utuh, berada di permadani
rumput yang hijau, dikelilingi tembok bata dan parit kecil. Didepan candi
gumpung terdapat Makara dengan bentuk yang sangat unik.
 |
| Candi Gumpung (foto udara diambil dari skycraperity) | | | | |
|
 |
| Makara, penjaga candi Gumpung |
Jika kalian ingin ke candi gumpung, pertama kalian harus
melewati jembatan yang menghubungkan area candi dengan parit kecil. Kalian akan
menemukan jembatan tersebut di sebelah utara dari candi gumpung. Tepat di
depannya.
 |
| Jembatan Penghubung |
 |
| Bersama itu Indah |
 |
| Eksis bersama Gumpung perkasa |
 |
| Sendiri lebih baik (I'am Alone but I'am Happy. hehe) |
 |
| Candi Tinggi yang menawan |
Selain
candi Gumpung, terdapat candi tinggi, yang relatif masih utuh dengan batu
bata yang tersusun rapi.Kita bisa naik ke
atas candi tinggi ini, asalkan tidak merusak, mencoret maupun mengotori
candi. Dari kejauhan nampak masih banyak tumpukan batu bata yang sudah
hancur disekitar candi Tinggi dan Gumpung. Lalu
ada Candi Kembar Batu yang terletak kurang lebih 250 meter dari Candi
Tinggi.
 |
| Lebih Indah, bila dilihat dari kejauhan |
 |
| Jangan lupa narsis bersama candi Tinggi |
 |
| Dari atas candi Tinggi |
 |
| Candi Tinggi I |
 |
| Bangunan candi Kembar |
Eits.. itu belum semua, karena yang baru dilihat
barulah “permulaan” dari kompleks candi Muaro Jambi yang sesungguhnya.
Inilah saatnya bersepeda karena masih banyak candi lain yang masih
tersembunyi. Diantaranya adalah Candi Astano yang memiliki 12 sisi, candi
ini nampak secara jelas dikelilingi parit dan kanal. Didepannya terdapat
kanal temporer yang hilang timbul sesuai pasang surut. Selain itu masih ada
candi gedong I dan II.
 |
| Candi Astano |
 |
| Gerbang Candi Kedaton |
Dari
candi kedaton II jalanan sudah tidak bagus lagi, sebagian besar jalanan
tanah yang berlubang dan becek saat hujan. Disamping kiri kanan jalan
akan nampak Menapo Menapo ( reruntuhan kuno ) yang belum di identifikasi. Ada
lagi 1 candi besar yang ditemui yang letaknya cukup jauh yaitu Candi
Kedaton. Namun sayang candi ini nampaknya masih perlu dipugar.
Candi yang paling jauh adalah candi Koto
Mahligai, letaknya cukup jauh dari Pintu masuk candi muaro jambi, namun dekat
bila datang dari jalan jambi – muara sabak. Suasana candi di Koto
Mahligai terasa sangat mencekam karena disini banyak sekali Menapo dan
reruntuhan kuno yang di kelilingi dan di tumbuhi oleh pohon pohon
berukuran raksasa.
 |
| Candi Kotomahligai |
 |
| Candi Kotomahligai |
Runtuhan Candi yang Memikat
Jika
memasuki kawasan kompleks candi muaro jambi, kalian akan melihat beberapa
runtuhan candi yang tidak utuh lagi. Runtuhan candi pertama berada tepat di
depan candi tinggi. Runtuhan candi ini dirawat dan dijaga hingga sekarang.
 |
| Reruntuhan batu di depan candi Tinggi |
 |
| Runtuhan Candi yang tidak utuh lagi | | |
 |
| Ribuan batu yang tertumpuk |
 |
| Tumpukan batu yang dilindungi |
Telago Kuno Pemandian Sang Rajo
Selain
Candi, kita juga bisa menikmati wisata kanal kuno di kompleks candi muaro
jambi. Kanal kanal dan parit kuno yang dulunya digunakan oleh masyarakat
setempat sebagai sarana transportasi (seperti di Venice) dari dan ke
candi satu ke candi lainnya .kanal kanal itu terhubung dengan danau
Kalari dan sungai Batang hari.
 |
| Telago Rajo |
 |
| Hijau pepohonan menghiasi Telago Rajo |
 |
| Perempuan berkerudung di tepi Telago Rajo, Rogaya Sofian namanya |
|
 |
| Kanal Kuno |
Candi,
kanal, dan parit ini membentuk arsitektur kota kuno muaro jambi yang
menakjubkan. Dilihat dari kompleksitas arsitekturnya, Kompleks candi muaro
jambi memang benar benar sebuah ” lost kingdom” di sumatra. Ada yang
mengatakan bahwa dulunya kompleks candi Muaro Jambi adalah tempat belajar
agama budha yang cukup terkenal di asia. Bahkan ada anggapan bahwa
kompleks candi Muaro Jambi adalah universitas tertua di Nusantara.
Memang kompleks candi
Muaro Jambi masih “tertidur” dan perlu dibangunkan kembali. Itulah
mungkin tugas para arkeolog muda dan pemerhati untuk merangkai puzzle
puzzle dari puluhan menapo yang masih berupa runtuhan misteri.
Tips Perjalanan
Jika
kalian ingin berkunjung ke candi muaro jambi, kalian harus mempersiapkan
rencana dengan matang. Berikut tips dari saya agar perjalanan kalian ke candi
muaro jambi lebih bermakna.
1. Pestival Candi Muaro Jambi
Ingin
menghadiri pestival candi muaro jambi? Jangan lupa dicatat tanggal dan harinya.
Pada umumnya,
perayaan pestival candi muaro jambi diadakan setiap tahunnya pada bulan juni. Pada
umumnya jumlah wisatawan akan membludak pada 'musim' diadakannya pestival-pestival
besar seperti pestival candi muaro jambi.
 |
| Pestival Candi Muaro Jambi |
Berbagai
pertunjukan dan atraksi ditampilkan. Mulai dari tarian, musik dan kuliner
memanjakan mata kalian. Biasanya yang saya suka adalah tarian Kubu. Tarian
dengan penuh mistis, akan membuat kalian termenung ditambah lagi dengan
penarinya yang berteriak seperti
kesurupan
2. Berkunjunglah pada saat perayaan hari Waisak
 |
| Perayaan Waisak di Kompleks Candi Muaro Jambi |
Pada saat saya berkunjung ke candi muaro jambi,
tepat pada hari waisak. Saya melihat dengan jelas proses perayaan waisak
dikompleks percandian muaro jambi. Perayaan waisak biasanya dihadiri oleh
gubernur jambi dan malam harinya menerbangkan seribu lampu lampion, menambah
semaraknya perayaan waisak di candi muaro jambi.
 |
| Malam Hari yang indah di candi Muaro Jambi |
3. Datanglah pada saat libur hari raya idul fitri dan idul adha
Paling suka melihat pemandangan alam yang masih alami. Ijo-ijo....
BalasHapushehe.. iya mas Adi pemandangannya masih alami. ayo berkunjung kejambi jangan lupake candi muaro jambi
BalasHapus