Senin, 18 Desember 2017

Seribu "Pelangi" di Atas Candi



Bila mendengar kata “candi” di bayangan saya hanya ada Borobudur di Jawa Tengah atau Prambanan di Yogyakarta. Kedua candi tersebut cukup menggambarkan wajah Indonesia dengan seribu satu tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi. Tapi, apakah kalian tahu candi yang terluas di Asia tenggara? Kalaujawabannya Borobudur  di Jawa Tengah atau Angkor Wat di Kamboja, maka jawaban anda salah besar.Ternyata  kompleks percandian terluas se Asia Tenggara berada di provinsi Jambi. Kawasan  percandian itu bernama Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berada di Kabupaten  Muaro Jambi, tepatnya di kecamatan Muaro Sebo.

Gerbang Candi Muaro Jambi
Ketika kalian masuk di Kompleks Percandian Muaro Jambi, kalian akan disambut oleh candi Gumpung yang brdiri dengan kokoh dengan ribuan batu tersusun diatasnya.

Candi Gumpung, salah satu candi yanga da di kompleks candi Muaro Jambi.  
Ribuan batu tersusun dengan Indah menyambut dengan hangat kedatangan wisatawan. Untuk saya, ini adalah tempat saya di besarkan.
Candi Gumpung yang menawan
Kompleks candi ini adalah salah satu wisata andalan Propinsi Jambi yang mulai  dikenal di dalam maupun diluar negeri karena nilai sejarahnya yang masih penuh  misteri.  Bahkan, kompleks ini sudah masuk dalam daftar tentatif World Heritage  lohh….

Penasaran ingin kesana?? Lokasinya berada di sebelah Timur Laut Kota Jambi, sangat  dekat dan bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama kurang lebih 45 menit saja.  Kalau dari Kota Jambi, cukup berjalan ke arah timur, kemudian ke utara melewati  jembatan Batang Hari II. Teruslah ke utara, anda akan menemui beberapa persimpangan  teruslah berbelok kekanan. Setelah melewati 2 buah jembatan kecil, perhatikan  perhatikan rambu penunjuk jalan karena disitu akan ada penunjuk jalan menuju candi.  Tiket masuk ke dalam kompleks 5 ribu rupiah/motor, sudah termasuk biaya parkir. Kalau dari rumah saya, hanya membutuhkan waktu 20 menit saja. 

Inilah Candi Muaro Jambi, Kerajaan Sriwijaya yang tertinggal. Surga kecil di mana keindahan alam, keindahan batu yang tersusun, pohon yang tumbuh dengan subur, dengan sejuta cerita misterius, dan keindahan runtuhan bebatuan. Semua itu disajikan seperti seribu pelangi diatas candi. Karena serba keindahan tersebut, terkadang sulit memilih mana candi yang dijelajahi terlebih dahulu.

Indah dan hijau, sepanjang mata memandang

Rimbunan pohon dan hijaunya rerumputan yang menyejukkan telah cukup mengawali perjalanan kami untuk mengelilingi kompleks percandian yang luasnya mencapai 260 Ha. Sebagai icon provinsi Jambi dan sebagai wadah educati dan penelitian candi muaro Jambi terawat hingga sekarang.
Pohon besar, di kompleks candi
Rimbunya pohon yang hijau
Cantik bukan?

Jika kalian suka sejarah dan mencari tempat baru yang berkaitan dengan alam Candi Muaro Jambi adalah jawabannya. Kalau saya sarankan, kalian lebih baik mengunjungi candi muaro jambi bersama teman atau keluarga, lebih seru lagi kalian membawa bekal dari rumah. Tempat duduk? Jangan khawatir. Banyak anak-anak yang menjajalkan berbagai alas duduk dari yang kecil hingga yang besar. Harganya terjangkau kok Cuma 15.000 kalian bisa menikmati sejuknya udara perdesaan candi muaro jambi dengan menyantap bekal yang kalian bawa.
Bercengkraman dengan Alam
 
Terasa Indah saat bersama mereka
Begitu masuk kedalam kompleks, akan terlihat beberapa candi, bangunan gedung yang  berfungsi sebagai wisma dan museum yang di gunakan untuk menyimpan arca arca dan  benda peninggalan lainnya yang berasal dari kompleks candi Muaro jambi. Tapi  sayangnya tempat penyimpanan benda bersejarah ini kadang buka kadang tutup. Memang  kesan pertama melihat kompleks candi Muaro Jambi adalah berantakan dan kurang  terurus. Mungkin kalau dibandingkan dengan kompleks candi lain di Pulau Jawa, memang  kompleks candi Muaro Jambi masih belum di kelola dengan baik.

Deretan Stupa
Stupa
Sepeda
Kompleks situs ini mempunyai luas 12 Kilometer persegi, panjang lebih dari 7  Kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai.  Itu artinya luasnya 12 kali luas kompleks candi borobudur dan 2 kali luas kompleks  angkor wat di Kamboja.

dengan Sepeda kalian siap menjelajahi candi Muaro Jambi
Jika kalian ingin menjelajahi candi muaro jambi, saya sarankan jangan jalan kaki jika kalian tidak ingin kaki kalian capek (hehe).. naiklah kendaraan beroda dua, eeits, bukan motor tapi sepeda.Disini masyarakat setempat menyewakan sepeda dengan tarif 10 ribu sampai 20 ribu  perjam. Kenapa harus sewa sepeda? karena kompleks candi ini sangat luas sehingga  tidak akan bisa di eksplor dengan jalan kaki. Ditambah lagi masih banyak jalan jalan  kecil dan tidak beraspal sehingga mobil maupun motor akan sulit lewat.


Peta Kompleks Candi Muaro Jambi
Kompleks ini terdiri dari 82 candi yang sebagian besar belum di  identifikasi, jadi masih berupa gundukan tanah/batu bata. Tumpukan atau reruntuhan  bangunan kuno itu disebut Menapo oleh warga sekitar candi. Dari sekian banyak candi,  ada 12 candi yang sudah di beri nama, diantaranya Candi Kotomahligai, Candi Kedaton,  candi Gedong satu dan Gedong dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu dan  Candi Astano, Candi Teluk 1 dan 2,Candi Sialang dan lain-lain.

Jika tidak ingin teresat, kalian harus mengikuti petunjuk jalan yang ada di peta. Jika kalian lupa, jangan khawatir disetiap sudut candi terpasang peta kompleks candi muaro jambi.

Susunan Batu yang Mempesona
Jika kalian memasuki komplek percandian Muaro jambi, candi gumpung akan menyambut kedatangan anda dengan gagahnya.

Candi Gumpung
(sumber: jalanblog.wordpress.com)
Sama seperti candi lain di Sumatra, candi yang berada di Muaro Jambi tersusun dari  Batu Bata, Candi yang pertama yang ditemui adalah candi Gumpung, candi ini nampaknya  relatif utuh, berada di permadani rumput yang hijau, dikelilingi tembok bata dan  parit kecil. Didepan candi gumpung terdapat Makara dengan bentuk yang sangat unik.

Candi Gumpung (foto udara diambil dari skycraperity)
Makara, penjaga candi Gumpung
Jika kalian ingin ke candi gumpung, pertama kalian harus melewati jembatan yang menghubungkan area candi dengan parit kecil. Kalian akan menemukan jembatan tersebut di sebelah utara dari candi gumpung. Tepat di depannya.

Jembatan Penghubung
Bersama itu Indah
Eksis bersama Gumpung perkasa
Sendiri lebih baik (I'am Alone but I'am Happy. hehe)
Candi Tinggi yang menawan
Selain candi Gumpung, terdapat candi tinggi, yang relatif masih utuh dengan batu  bata yang tersusun rapi.Kita bisa naik ke atas candi tinggi ini, asalkan tidak  merusak, mencoret maupun mengotori candi. Dari kejauhan nampak masih banyak tumpukan  batu bata yang sudah hancur disekitar candi Tinggi dan Gumpung. Lalu ada Candi Kembar  Batu yang terletak kurang lebih 250 meter dari Candi Tinggi.

Lebih Indah, bila dilihat dari kejauhan
Jangan lupa narsis bersama candi Tinggi
Dari atas candi Tinggi
Candi Tinggi I
Bangunan candi Kembar
Eits.. itu belum semua, karena yang baru dilihat barulah “permulaan” dari kompleks  candi Muaro Jambi yang sesungguhnya. Inilah saatnya bersepeda karena masih banyak  candi lain yang masih tersembunyi. Diantaranya adalah Candi Astano yang memiliki 12  sisi, candi ini nampak secara jelas dikelilingi parit dan kanal. Didepannya terdapat  kanal temporer yang hilang timbul sesuai pasang surut. Selain itu masih ada candi  gedong I dan II.

Candi Astano
Gerbang Candi Kedaton
Dari candi kedaton II jalanan sudah tidak bagus lagi, sebagian  besar jalanan tanah yang berlubang dan becek saat hujan. Disamping kiri kanan jalan  akan nampak Menapo Menapo ( reruntuhan kuno ) yang belum di identifikasi. Ada lagi 1  candi besar yang ditemui yang letaknya cukup jauh yaitu Candi Kedaton. Namun sayang  candi ini nampaknya masih perlu dipugar.
Ukiran di Makara
Ukiran di Makara
Candi Kedaton
Makara
Dinding Pembatas
Dudukan Arca
Runtuhan Candi yang belum di pugar

Candi yang paling jauh adalah candi Koto  Mahligai, letaknya cukup jauh dari Pintu masuk candi muaro jambi, namun dekat bila  datang dari jalan jambi – muara sabak. Suasana candi di Koto Mahligai terasa sangat  mencekam karena disini banyak sekali Menapo dan reruntuhan kuno yang di kelilingi  dan di tumbuhi oleh pohon pohon berukuran raksasa.
 
Candi Kotomahligai
Candi Kotomahligai
Runtuhan Candi yang Memikat

Jika memasuki kawasan kompleks candi muaro jambi, kalian akan melihat beberapa runtuhan candi yang tidak utuh lagi. Runtuhan candi pertama berada tepat di depan candi tinggi. Runtuhan candi ini dirawat dan dijaga hingga sekarang.
Reruntuhan batu di depan candi Tinggi
Runtuhan Candi yang tidak utuh lagi
Ribuan batu yang tertumpuk
Tumpukan batu yang dilindungi
Telago Kuno Pemandian Sang Rajo


Selain Candi, kita juga bisa menikmati wisata kanal kuno di kompleks candi muaro  jambi. Kanal kanal dan parit kuno yang dulunya digunakan oleh masyarakat setempat  sebagai sarana transportasi (seperti di Venice) dari dan ke candi satu ke candi  lainnya .kanal kanal itu terhubung dengan danau Kalari dan sungai Batang hari.
 
Telago Rajo

Hijau pepohonan menghiasi Telago Rajo
Perempuan berkerudung di tepi Telago Rajo, Rogaya Sofian namanya


Kanal Kuno
Candi, kanal, dan parit ini membentuk arsitektur kota kuno muaro jambi yang  menakjubkan. Dilihat dari kompleksitas arsitekturnya, Kompleks candi muaro jambi  memang benar benar sebuah ” lost kingdom” di sumatra. Ada yang mengatakan bahwa  dulunya kompleks candi Muaro Jambi adalah tempat belajar agama budha yang cukup  terkenal di asia. Bahkan ada anggapan bahwa kompleks candi Muaro Jambi adalah  universitas tertua di Nusantara. 

Memang kompleks candi Muaro Jambi masih “tertidur” dan perlu dibangunkan kembali.  Itulah mungkin tugas para arkeolog muda dan pemerhati untuk merangkai puzzle puzzle  dari puluhan menapo yang masih berupa runtuhan misteri.

Tips Perjalanan


Jika kalian ingin berkunjung ke candi muaro jambi, kalian harus mempersiapkan rencana dengan matang. Berikut tips dari saya agar perjalanan kalian ke candi muaro jambi lebih bermakna.

1. Pestival Candi Muaro Jambi

Ingin menghadiri pestival candi muaro jambi? Jangan lupa dicatat tanggal dan harinya.
Pada umumnya, perayaan pestival candi muaro jambi diadakan setiap tahunnya pada bulan juni. Pada umumnya jumlah wisatawan akan membludak pada 'musim' diadakannya pestival-pestival besar seperti pestival candi muaro jambi.

Pestival Candi Muaro Jambi
Berbagai pertunjukan dan atraksi ditampilkan. Mulai dari tarian, musik dan kuliner memanjakan mata kalian. Biasanya yang saya suka adalah tarian Kubu. Tarian dengan penuh mistis, akan membuat kalian termenung ditambah lagi dengan penarinya yang  berteriak seperti kesurupan

2. Berkunjunglah pada saat perayaan hari Waisak

Perayaan Waisak di Kompleks Candi Muaro Jambi
Pada saat saya berkunjung ke candi muaro jambi, tepat pada hari waisak. Saya melihat dengan jelas proses perayaan waisak dikompleks percandian muaro jambi. Perayaan waisak biasanya dihadiri oleh gubernur jambi dan malam harinya menerbangkan seribu lampu lampion, menambah semaraknya perayaan waisak di candi muaro jambi.

Malam Hari yang indah di candi Muaro Jambi
3. Datanglah pada saat libur hari raya idul fitri dan idul adha

Pengunjung Candi Muaro Jambi

Tidak hanya perayaan hari waisak jumlah wisatawan membludak berkunjung ke candi muaro jambi. Pada “musim” hari raya idul fitri dan idul adha jumlah pengunjung wisatawan lebih banyak dibandingkan dengan perayaan ataupun pestival lainnya. Kunjungan wisatawan bisa mencapai dua puluh ribu orang. Jika kalian ingin berkunjung pada saat hari raya, datanglah pada hari kedua hingga hari ketujuh pada hari raya. Pada saat-saat itulah kalian akan melihat lautan manusia dikomplesk candi muaro jambi.

4. Datanglah pada saat musim "duren dan musim "duku"

Siapa yang tidak tahu duren? Buah yang memiliki aroma khas itu kalian dapat dengan mudah dikomples percandian muaro jambi pada saat musimnya. Jika kalian ingin makan duren gratis, datanglah ke sini pada saat akhir tahun. Kalian dapat makan duren dengan gratis sepuasnya. Selain duren, kalian juga dapat makan duku dengan gratis. Jika kalian ingin makan duku, datanglah diawal tahun atau pertengahan tahun, biasanya buah duku berbuah lebat di bulan tersebut. Lumayan dapat makan duren dan duku gratis. Hehehe.....

Duren

Untuk menambah koleksi foto kalian di album foto. Jangan lupa narsis di candi muaro jambi.
 
Narsisnya jangan Lupa

Apalagi bareng si dia

Tapi, lebih seru rame-rame
Pulang dengan sejuta cerita

Salam hangat dari laki-laki berbaju merah



Selamat menikmati keindahan seribu pelangi diatas candi. 

2 komentar:

  1. Paling suka melihat pemandangan alam yang masih alami. Ijo-ijo....

    BalasHapus
  2. hehe.. iya mas Adi pemandangannya masih alami. ayo berkunjung kejambi jangan lupake candi muaro jambi

    BalasHapus

Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Android

PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI ETNOSAINS Kurikulum merdeka belajar memiliki empat karakteristik utama untuk mendukung pemulihan pembelajaran ...