Corona Virus Disease
Mendengar kata ‘virus’ yang terbayang dibenak
saya adalah organisme kecil yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Jika virus
menang maka manusia akan sakit dan bisa disembuhkan dalam bebarapa hari saja. Sejuah
ini saya hanya mengenal beberapa virus saja seperti virus flu burung, SARS,
MERS, ebola dan lainnya. Namun ketika akhir 2019, dunia dihebohkan dengan
kemunculan virus baru yaitu Corona virus disease (covid-19) yang berasal dari negera
tembok raksasa yaitu kota wuhan. Dalam pikiran saya, corona virus sama seperti
virus lainnya tidak begitu berbahaya jika manusia terinfeksi. Tetapi, berbeda
dengan kenyataannya sampai saat ini covid-19 sudah menyerang sekitar sekitar 29
juta orang di dunia. Termasuk Indonesia, hingga saat ini kasus di Indonesia
terus meningkat. Ini membuat sebagian besar sekolah di Indonesia tutup dari
awal April 2020.
 |
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
|
Covid-19 di Jambi
Kehadiran
virus covid-19 di Jambi turut mewarnai kehidupan masyarakat dengan berbagai
dampak dan fenomena yang ditimbulkannya. Salah satunya adalah berdampak
pada ekonomi dan Pendidikan. Sekitar 3 bulan sekolah di Jambi tidak ada
aktivitas belajar mengajar. Siswa dianjurkan belajar dari rumah. Hal
tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease
(Covid-19) pada satuan Pendidikan dan arah Direktur Jenderal Kebudayaan terkait
area layanan publik serta sebagai upaya dalam menjaga dan melindungi masyarakat
guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.
 |
Kondisi Tugu Keris Siginjei Sepi (metrojambi.com)
|
 |
| Kondisi Jl. Gatot Subroto Jambi (metrojambi.com) |
Ini membuat saya dan guru-guru yang lain harus memutar otak mencari cara
agar proses pembelajaran online menarik dan tidak membosankan. Seribu cara yang
dilakukan guru agar materi pembelajaran tersampaikan dengan baik. Mau tidak mau
guru-guru harus beradaptasi dengan model pembelajaran berbasis digital. Kehadiran
covid-19 ibarat seperti pedang bermata dua, jika guru memanfaatkan kondisi ini
dengan baik, maka dalam membentuk karakter peserta didik akan tercapai, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka
pembentukan karakter peserta didik akan sulit tercapai.
Kehadiran coronavirus ternyata membawa
dampak positif terhadap dunia Pendidikan, bencana kesehatan ini memaksa semua
pegiat pendidikan “hijrah” memanfaatkan teknologi dalam mengajar ditengah pandemi
ini.
 |
| Indahnya menyapa melalui aplikasi zoom |
 |
Majelis Pagi bersama anak-anak dengan zoom
|
 |
Tetap Tersenyum meski hati diselimut kerinduan
|
SMPIT Nurul ‘Ilmi Jambi
Nuansa sepi tanpa katifitas anak-anak
terlihat disetiap sudut mata memandang. Hanya terlihat daun-daun yang
bergoyang. Tidak terdengar hiruk pikuk suara anak-anak. Mereka dirumah, mereka
belajar dari rumah. Setidaknya tiga bulan lamanya Nurul ‘ilmi sepi senyam tanpa
lantunan Al-Quran terdengar. Ini membuat hati saya dan para guru lainnya merasa
sedih tidak bisa menyapa dan bersalaman dengan sang penjaga wahyu Allah.
Kegiatan Siswa Sebelum Pandemi
 |
Kegiatan Ikrar Pagi Sebelum Pandemi
|
 |
Indahnya Shalat Dhuha sebelum pandemi
|
Belajar dan Bermain
Kunjungan Ke Panti Asuhan


 |
Keseruan Kegiatan Pramuka Sebelum Pandemi
Menghafal Kosa Kata Asing
Corona benar-benar membuat saya memutar
otak dalam mengajar bagaimana cara membuat pembelajaran menarik dilakukan selama
anak-anak dirumah. Belajar dengan bermain mungkin menjadi solusi yang tepat
dalam menciptakan suasana menarik selama belajar dirumah.
Pembelajaran berbasis proyek menjadi salah
satu pembelajaran yang sering saya lakukan dalam menciptakan suasana baru
ketika mengajar daring. Belajar berbasis proyek menanamkan karakter mandiri dan
disiplin pada peserta didik.
Sekolah Tatap Muka di Massa Pandemi Jambi merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang termasuk dalam zona
kuning, pada tahun ajaran baru kementerian Pendidikan Indonesia memperbolehkan siswa sekolah di zona kuning dan hijau. Kabar ini sangat menggembirakan bagi saya dan anak-anak. Namun, siswa masuk dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Harapan saya dan semua orang. Semoga para guru selalu memberikan yang terbaik pada anak bangsa dalam membentuk karakter peserta didik ditengah pandemi. Saya berdoa pandemi ini segera berlalu...
#CerdasBerkarakter, #BlogBerkarakter, #SeruBelajarKebiasaanBaru, dan #BahagiaBelajardiRumah
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar