Kamis, 17 September 2020

Berkarya Ditengah Pandemi

Corona Virus Disease

Mendengar kata ‘virus’ yang terbayang dibenak saya adalah organisme kecil yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Jika virus menang maka manusia akan sakit dan bisa disembuhkan dalam bebarapa hari saja. Sejuah ini saya hanya mengenal beberapa virus saja seperti virus flu burung, SARS, MERS, ebola dan lainnya. Namun ketika akhir 2019, dunia dihebohkan dengan kemunculan virus baru yaitu Corona virus disease (covid-19) yang berasal dari negera tembok raksasa yaitu kota wuhan. Dalam pikiran saya, corona virus sama seperti virus lainnya tidak begitu berbahaya jika manusia terinfeksi. Tetapi, berbeda dengan kenyataannya sampai saat ini covid-19 sudah menyerang sekitar sekitar 29 juta orang di dunia. Termasuk Indonesia, hingga saat ini kasus di Indonesia terus meningkat. Ini membuat sebagian besar sekolah di Indonesia tutup dari awal April 2020.

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Covid-19 di Jambi

Kehadiran virus covid-19 di Jambi turut mewarnai kehidupan masyarakat dengan berbagai dampak dan fenomena yang ditimbulkannya. Salah satunya adalah berdampak pada ekonomi dan Pendidikan. Sekitar 3 bulan sekolah di Jambi tidak ada aktivitas belajar mengajar. Siswa dianjurkan belajar dari rumah. Hal tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada satuan Pendidikan dan arah Direktur Jenderal Kebudayaan terkait area layanan publik serta sebagai upaya dalam menjaga dan melindungi masyarakat guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

Kondisi Tugu Keris Siginjei Sepi (metrojambi.com)


Kondisi Jl. Gatot Subroto Jambi (metrojambi.com)

Ini membuat saya dan guru-guru yang lain harus memutar otak mencari cara agar proses pembelajaran online menarik dan tidak membosankan. Seribu cara yang dilakukan guru agar materi pembelajaran tersampaikan dengan baik. Mau tidak mau guru-guru harus beradaptasi dengan model pembelajaran berbasis digital. Kehadiran covid-19 ibarat seperti pedang bermata dua, jika guru memanfaatkan kondisi ini dengan baik, maka dalam membentuk karakter peserta didik akan tercapai, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka pembentukan karakter peserta didik akan sulit tercapai. 
Kehadiran coronavirus ternyata membawa dampak positif terhadap dunia Pendidikan, bencana kesehatan ini memaksa semua pegiat pendidikan “hijrah” memanfaatkan teknologi dalam mengajar ditengah pandemi ini.

Indahnya menyapa melalui aplikasi zoom

Majelis Pagi bersama anak-anak dengan zoom

Tetap Tersenyum meski hati diselimut kerinduan

SMPIT Nurul ‘Ilmi Jambi

Nuansa sepi tanpa katifitas anak-anak terlihat disetiap sudut mata memandang. Hanya terlihat daun-daun yang bergoyang. Tidak terdengar hiruk pikuk suara anak-anak. Mereka dirumah, mereka belajar dari rumah. Setidaknya tiga bulan lamanya Nurul ‘ilmi sepi senyam tanpa lantunan Al-Quran terdengar. Ini membuat hati saya dan para guru lainnya merasa sedih tidak bisa menyapa dan bersalaman dengan sang penjaga wahyu Allah.

Kegiatan Siswa Sebelum Pandemi

Kegiatan Ikrar Pagi Sebelum Pandemi


Indahnya Shalat Dhuha sebelum pandemi








Belajar dan Bermain


Kunjungan Ke Panti Asuhan




Keseruan Kegiatan Pramuka Sebelum Pandemi

Menghafal Kosa Kata Asing

Corona benar-benar membuat saya memutar otak dalam mengajar bagaimana cara membuat pembelajaran menarik dilakukan selama anak-anak dirumah. Belajar dengan bermain mungkin menjadi solusi yang tepat dalam menciptakan suasana menarik selama belajar dirumah.

Pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu pembelajaran yang sering saya lakukan dalam menciptakan suasana baru ketika mengajar daring. Belajar berbasis proyek menanamkan karakter mandiri dan disiplin pada peserta didik.





Sekolah Tatap Muka di Massa Pandemi
Jambi merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang termasuk dalam zona kuning, pada tahun ajaran baru kementerian Pendidikan Indonesia memperbolehkan siswa sekolah di zona kuning dan hijau. Kabar ini sangat menggembirakan bagi saya dan anak-anak. Namun, siswa masuk dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.







Harapan saya dan semua orang. Semoga para guru selalu memberikan yang terbaik pada anak bangsa dalam membentuk karakter peserta didik ditengah pandemi. Saya berdoa pandemi ini segera berlalu...

#CerdasBerkarakter, #BlogBerkarakter, #SeruBelajarKebiasaanBaru, dan #BahagiaBelajardiRumah 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Android

PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI ETNOSAINS Kurikulum merdeka belajar memiliki empat karakteristik utama untuk mendukung pemulihan pembelajaran ...