Walau
siapa pun aku
Melayang aku terbang,
Menyusuri liku jalan yang berkerikil
Terbuai bayangan yang kelam
Berlari kehutan kemudian teriakku
Berlari kelaut kemudian tangisku
Kapan hidup yang kelam akan lari dari tubuh
ini?
Melayang aku terbang,
Menyusuri simpang jalan merah berliku
Tampak laki-laki tua menyinsingkan
Baju kumuh tak berwarna
Berambut putih tak menawan
Ribuan kutu-kutu menari riang
Disetiap helai rambut yang membusuk
Melayang aku terbang,
Pergi ku menyusuri laut yang dalam
Hamparan ombak menerjang membasahi
Kaki kecil yang penuh noda
Pelangi yang indah seolah enggan
Menengok buih-buih bermain menari
Ditepi kaki yang hina
Melayang aku terbang,
Tatapan tajam mata sang burung hantu
Melukiskan kisah pilu yang terbentang lebar
disetiap jagad raya
Ribuan burung berkicau menyanyi
Berdo’a melambaikan sayapnya yang patah
Mulut terkunci membisu
Mata layu tak bercahaya
Hati menjerit tak ada yang peduli
Melayang aku terbang,
Entah sampai kapan aku kan terbang
Biarkan waktu yang menajwabnya
Walau siapa pun aku
Tak tahu siapa yang peduli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar