Masih ingatkah pelajaran IPS kelas 6
SD dulu, sungai apakah yang terpanjang di pulau Sumatera? Jika kalian menjawab
sungai musi di sumatera selatan, maka jawaban kalian salah. Sungai yang
terpanjang di pulau sumatera adalah sungai Batanghari yang berada di Provinsi
Jambi.
Batanghari adalah sungai besar yang
menjadi urat nadi masyarakat jambi dari dahulu hingga sekarang. Sungai ini
adalah sungai
TERPANJANG di Sumatra, membentang sejauh 800 km, berhulu dari
Sumatra Barat dan bermuara di Selat Berhala. Sebagai sungai utama, banyak
sungai yang ukurannya relatif lebih kecil bergabung di Batang Hari antara lain
Batang Sangir, Batang Tebo, Batang Tembesi. Semuanya membawa berbagai macam
material dan mengendap di Batanghari. Salah satu material pentingnya adalah
EMAS. Emas di batanghari ini bukan main banyaknya, pernah ada seorang nelayan
menemukan bongkahan emas. Emas beneran! bukan emas yang bisa ngapung. Emas yang
melimpah ruah di Batanghari inilah yang membuat sumatra mendapat julukan
sebagai pulau emas (swarnadwipa).
 |
| Sungai Batanghari |
Batanghari juga salah satu sungai yang
penting dalam sejarah nusantara. Batanghari pernah menjadi lintasan perdagangan
dunia. Ini dibuktikan pada temuan benda bersejarah di sepanjang aliran sungai.
Bukti itu bisa dilihat dari pecahan-pecahan keramik yang berasal dari Asia
Tenggara di antaranya Kamboja, Thailand, dan Burma. Ada pula tembikar berglasir
biru yang diyakini berasal dari Persia (kini Iran). Perhiasan dari emas banyak
juga ditemukan di situs tersebut. Cincin, gelang, dan sabuk diyakini sebagai
milik keluarga raja pada masa kerajaan Melayu kuno ataupun Kerajaan Sriwijaya. Kekayaan
kandungan batanghari membuktikan bahwa Jambi dulunya adalah daerah penting di
Sumatra.
Bukti fisik lainnya yang menunjukkan
kejayaan Jambi masa lampau adalah Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berada
di tepian sungai Batanghari. Kompleks percandian ini kabarnya adalah yang TERLUAS se Asia
Tenggara. Di antara semua candi di Sumatra, Candi Muaro Jambi yang paling
terawat. Candi ini terdiri dari 80an candi namun hanya beberapa saja yang baru
dipugar, sisanya masih berupa gundukan batu bata (menapo) penuh misteri di
antara lebatnya pepohonan. Kompleks ini merupakan salah satu situs peninggalan
Kerajaan Sriwijaya, selain sudah dikenal sebagai tempat ibadah, juga diprediksi
sebagai pusat belajar. Bahkan diyakini bahwa, Kompleks candi muaro jambi adalah
universitas TERTUA
di Indonesia.
 |
| Candi Tinggi salah satu candi di kompleks candi Muaro Jambi |
 |
| Bagi saya, sungai Batanghari memiliki kenangan
indah semasa saya kecil. Berenang bersama teman-teman, memancing dan mencuci
baju. Riwayatnya akan saya kenang sampai kapanpun. |
Tidak hanya Sungai Batanghari yang
menjadi ikon Jambi, masih banyak tempat-tempat yang menarik harus kalian tahu
tentang jambi. Memang selama ini jambi jarang terekspos didunia televisi
nasional, bukan karena jambi tidak memiliki tempat wisata yang menarik untuk
dikunjungi atau jambi tidak memiliki serajah menarik untuk dipublikasikan
kemasyarakat ramai. Jambi jarang terekspos karena salah satunya kota jambi
adalah kota yang damai, tentram, dan nyaman tidak memiliki catatan buruk
ataupun bentuk kriminal lainnya.
Mungkin sebagian dari kalian tidak
tahu dimana jambi berada. Mungkin sebagian dari kalian beranggapan kalau jambi
merupakan nama Daerah dari suatu provinsi yang ada di Indonesia.
Jambi, layakkah dikunjungi? Mungkin
itu adalah pertanyaan pertama ketika kalian mendengar kata Jambi.
Mungkin pertanyaan itu akan terjawab
setelah kalian membaca tulisan ini.
Bagi saya Jambi adalah kota
primadona, menjujung tinggi budaya melayu dan adat istiadat. Saya sering
menyebut Jambi sebagai Heart
of Sumatra alias jantungnya sumatra. Rasanya tidak berlebihan kalau
saya memberikan julukan tersebut sebab lokasinya yang sangat strategis yaitu di
tengah pulau Sumatra. Selain lokasinya, Jambi di dukung pula oleh
kekayaan alam dan sejarah yang melimpah dan relatif tak terjamah. Jambi
adalah salah satu Propinsi di Indonesia yang memiliki Taman Nasional TERBANYAK. Ada
4 Taman Nasional tersebar di 4 penjuru mata angin. Taman Nasional Kerinci
Seblat di Barat, Taman Nasional Bukit 30 di Utara, Taman Nasional Bukit 12 di
Selatan dan Taman Nasional Berbak di Timur. Masih kurang? di Perbatasan Jambi –
Sumsel terdapat Harapan Rainforest yang merupakan restorasi ekosistem PERTAMA di Indonesia.
Kota ini sudah berumur ratusan tahun
dan mempunyai sejarah yang panjang sebelum akhirnya menjadi seperti sekarang.
Saat ini kota jambi pun masih terus berkembang untuk mengejar ketertiggalannya
dengan kota lain khususnya di Pulau Sumatra. Sebagai kawasan yang sedang
berkembang, Anda dapat melihat gaya hidup modern dan tradisional masih berjalan
berdampingan.
 |
Peta Pariwisata Jambi
|
Kota Jambi dapat dicapai melalui
darat, laut – sungai, dan udara. Melalui darat dapat dicapai dari kota
terdekat, seperti palembang yang dapat ditempuh selama 5 jam. Melalui laut
dapat dicapai dari Kota Batam, naik kapal cepat menuju Kota Kuala Tungkal
selama 5-6 jam, dan dilanjutkan perjalanan darat ke kota jambi selama 3 jam.
 |
Aerial
View Pusat Kota Jambi
(Foto
udara di ambil dari skyscraperity)
|
Saya
sarankan, paling gampang kalau kalian ingin ke jambi melalui pesawat udara dari
jakarta, Batam, Padang, maupun Palembang yang memakan waktu hanya kurang lebih
40-60 menit saja. Apalagi sekarang bandara Jambi yaitu Bandara Sultan Thaha
sudah menjadi Bandara bertaraf International pada tahun 2013 yang lalu dengan
demikian akan lebih memudahkan perjalanan kalian.
 |
| Bandara Sulthan Thaha Jambi sebelum renovasi |
 |
| Wajah baru Sulthan Thaha Airport |
Kota Jambi memiliki banyak sekali
objek wisata yang patut dikunjungi. Tidak hanya wisata alam, wisata sejarah dan
kulinernya juga menarik untuk dicari tahu sejarahnya. Dalam tulisan ini, saya
akan menceritakan tempat-tempat yang menjadi objek wisata yang patut kalian
kunjungi ketika kalian ke Jambi.
Taman Rimba (wisata Binatang)
 |
| Salah satu kandang burung di taman rimba Jambi |
Ketika kalian keluar dari pesawat,
jangan heran jika kalian mendengar suara-suara hewan. Terutama ngauumnya
harimau sumatera.Eetss.. Kalian tidak lagi didalam hutan kok. Kalian sedang
berada didalam kawasan taman rimba yaitu kawasan yang menjadi objek wisata menarik
untuk dikunjungi. Mendengar kata rimba, saya rasa kalian tahu bentuk
didalamnya! Ya, banyak pohon yang besar, banyak binatang-binatang dan
lain-lain.Ets, tapi tunggu dulu! Tamanrimba adalah kawasan objek wisata hewan
yang terbesar di kota jambi (tapi pohonnya tidak serimba dihutan). Berbagai macam
hewan kalian dapat jumpa di dalam taman rimba mulai dari yang kecil hingga yang
besar. Sebelum menjadi satu kawasan, taman rimba dan bandara Sultan Thaha dua
tempat terpisah (berjarak sekitar 1 km dari bandara). Pada tahun 1997, sebelum
taman rimba menjadi satu dengan bandara Sultan Thaha tempat ini dahulunya
digunakan sebagai tempat pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional ke 18. Kawasan ex-MTQ
ini sekarang dipergunakan untuk pergelaran berbagai event-event penting oleh
pemerintah/swasta. Saat tidak ada event, tempat seluas 18 ha ini dijadikan
sebagai tempat hiburan, rekreasi dan olahraga.
Dapatkan kalian bayangkan, ketika
turun dari pesawat langsung disambut oleh binatang-binatang. Pasti seru thu....
 |
Anjungan Kab. Batanghari di Taman Rimba
Jambi
|
 |
Arena ex-MTQ Taman Rimba
|
Selain itu dikawasan ini terdapat
Kebun Binatang Taman Rimbo yang dihuni kurang lebih 180 binatang berbagai jenis
primata, reptil, burung, dan mamalia. Yang menjadi primadona di kebun Binatang
ini adalah Harimau Sumatra yang keberadaannya di alam kini mulai
mengkhawatirkan. Habitat asli Harimau Sumatra ini berada di Seluruh kawasan
Propinsi Jambi, terutama di daerah Taman Nasional seperti di Taman Nasional
Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit 30 dan 12.
 |
| Harimau Sumatera sang primadona |
 |
Penghuni kebun binatang lainnya
(monyet, rusa, kasuari, binturong)
|
 |
| Merak sang penakluk Hati |
Sayangnya saat malam hari, kawasan
Taman Rimba ini cenderung sepi dan gelap sehingga sering dijadikan tempat
“nongkrong” anak anak muda jambi.
 |
Kiri : Suasanya jalan menuju Taman
Rimba saat malam hari
Kanan : Lampu jalan kota jambi yang
berupa “lampu taman” dengan ukiran berbentuk Angso Duo
|
Selain dihuni oleh binatang-binatang,
taman rimba juga disulap menjadi miniatur jambi. Disini, banyak terdapat
replika rumah adat atau anjungan sekabupaten di Jambi. Inilah alasan saya,
untuk berkunjung ke taman rimba selain melihat binatang saya juga tertarik melihat
rumah adat dengan berbagai bentuk yang unik-unik. Disini juga terdapat replika
candi tinggi (salah satu candi di kompleks candi
Muaro Jambi)
, replika patung, serta lapangan terbuka luas yang digunakan sebagai tempat
berolahraga (joging) oleh masyarakat sekitar. Cuma sayangnya tempat
ini tampak terlantar, padahal kalau dikelola dengan baik, pasti bisa menarik
wisatawan.
 |
Anjungan kabupaten kerinci di taman
rimba
|
Anjungan ini adalah salah satu favorit
saya, dengan bunga bangaki yang tumbuh di depannya menambah keindahan rumah
adat dari kabupaten kerinci ini. Tapi sayangnya, saat saya berkunjung kesana
tempatnya tampak tidak terawat. Rumput liar yang tinggi hidup dengan subur
disekeliling anjungan.
 |
Ukiran warna warni
|
Tips perjalan untuk kalian. Jika
kalian ingin berkunjung ke taman rimba datanglah pada saat hari libur, seperti
hari raya idul fitri atau idul adha. Biasanya pada saat hari libur seperti itu,
wisatawan taman rimba “membludak”, tempat parkir? Jangan khawatir lapangan luas
siap melayani kendaraan anda sekeluarga.
Disambut Patung Tarian Sekapur Sirih
Puas berkeliling taman rimba? Masih
belum puas dengan satu tempat wisata dijambi? Mari kita melanjutkan ke tempat
wisata lainya.
Ketika keluar dari kawasan taman
rimba dan bandara, kalian akan disambut dengan patung tarian sekapur sirih.
Tarian sekapur sirih adalah tari khas dari jambi. Biasanya tarian ini bermaksud
untuk menyambut tamu agung atau tamu besar, baik pemerintah pusat, pemerintah
Provinsi maupun pemerintah daerah ataupun tamu penting dari jauh. Tarian
sekapur sirih biasanya dilakukan 11 orang, 9 orang perempuan dan 2 orang
laki-laki. 1 orang perempuan sebagai pemimpin 8 orang perempuan lainnya
dibelakang dan 2 orang laki-laki membawa payung yang berdiri paling belakang.
Biasanya, disaat terakhir tarian tamu akan dijamu dengan diberi “sirih dan
kapur” untuk dimakan. Patung tarian sekapur sirih dibuat oleh pemerintah Jambi
sebagai simbol “selamat datang” di kota Jambi.
 |
Patung Tarian Sekapur Sirih
|
 |
Jari nan sepuluh diberikan, dan
kepala sedikit menunduk. Tanda kerendahan hati menerima kedatangan tamu di kota
jambi.
|
 |
| Patung Tarian Sekapur Sirih |
Patung tarian sekapur sirih tidak
hanya kalian jumpa ketika keluar dari bandara saja, ada banyak patung tarian
sekapur sirih di sudut jambi. Salah satunya dikawasan masjid agung Alfalah/masjid
1000 tiang. Tepatnya didepan jembatan makalam.
 |
| Selamat datang di Kota Jambi |
Masjid Agung Al-Falah, tanpa Jendela
dengan 1000 tiang penyangga
Objek wisata
selanjutnya berada di sebelah barat kota jambi. Masjid Agung Al-Falah atau
masjid 1000 tiang bisa menjadi referensi tempat wisata religi bagi kalian
ketika mengunjungi Jambi. Masjid 1000 tiang ini adalah masjid teresar di Kota
Jambi. Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Jambi ini berada di Jalan
Sultan Thaha di pusat kota Jambi. Disebut masjid 1000 tiang karena memang
masjid ini memiliki banyak sekali tiang yang dapat langsung dilihat dari luar
masjid. Walaupun jumlah sebenarnya hanya 256 tiang saja. Masjid ini tidak
memiliki dinding dan pintu, mirip seperti sebuah pendopo yang terbuka luas
dengan 1 kubah besar. Disampingnya terdapat menara yang cukup tinggi.
 |
Masjid Agung Al-Falah/1000 tiang
|
 |
Kiri: 1000 tiang
Kanan: dibatasi kolam
|
Walaupun tidak memiliki
dinding/pintu, bukan berarti anda bisa masuk begitu saja kedalam masjid ini.
Masjid ini dikelilingi kolam buatan dan dipagari sehingga tempat masuknyapun
terbatas di depan dan samping kiri-kanan saja. Ohya, konon katanya lokasi
masjid ini dulunya adalah bekas pusat kerjaan Malayu Jambi yang kemudian
beralih menjadi benteng belanda, markas TNI, baru kemudian menjadi masjid.
 |
Kiri: Menara masjid agung Al-Falah
Kanan: lampu gantung hias tepat
dibawah kubah
|
 |
| Al-Falah Malam Hari |
 |
Lampu yang bersinar di sudut masjid
|
Museum Perjuangan Rakyat Jambi
(Museum PRJ)
Di Jambi ada 2 Museum, yaitu museum
PRJ dan Museum Siginjai. Pertama, saya akan bercerita tentang Museum Perjuangan
Rakyat Jambi. Museum ini tepat berada di sebelah utara masjid 1000 tiang hanya
berjarak 100 meter. Ketika keluar dari pintu utama masjid, maka kalian akan
melihat pesawat yang ter-parkir didepan museum (hehe).
 |
Replika pesawat Catalina RI 005
|
Museum Perjuangan Rakyat jambi yang
tepat berada di depan Benteng belanda (yang kini berubah menjadi menara air).
Sesuai namanya, museum ini menyimpan koleksi berharga hasil peninggalan
perjuangan rakyat jambi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik
Indonesia. Kalau di aceh ada pesawat RI 001, Didepan museum ini terdapat
replika pesawat Catalina RI 005 yang dulunya menjadi penghubung Jambi dengan
kota kota lainnya seperti Bukit Tinggi, Tanjung Karang, Prapat dan Banda Aceh.
Masuk kedalam, kalian disambut patung
Pahlawan besar jambi, yaitu Sultan Thaha Saifuddin yang berdiri diantara 2
Harimau Sumatra. Ditengah museum terdapat Bedug besar yang dulunya digunakan
Soeharto saat membuka MTQ nasional XVIII. Dilantai dasar berisi senjata senjata
modern-tradisonal yang dulu digunakan selama perang. Di lantai 2 berisi diorama
yang bercerita kejadian bersejarah yang di alami jambi dalam merebut dan
mempertahankan kemerdekaan. sedangkan lantai teratas berisi foto foto dan
dokumen dokumen bersejarah.
 |
| Bedug besar yang dulunya digunakan Soeharto saat membuka MTQ nasional XVIII. |
Museum ini dibuka untuk umum, jika
kalian berkunjung ke jambi, jangan lupa mempir ke Museum PRJ ini. Hambar
rasanya kalau kalian ke Jambi tidak tahu sejarah Jambi. Museum ini juga dibuka
untuk pendidikan. Banyak sekolah-sekolah mengisi hari libur dengan mengunjungi
museum ini.
Jembatan Gantung Pendestarian
(Gentala Arasy)
Kota jambi yang dibelah oleh aliran
sungai Batanghari dari barat ke timur membuat kota jambi terpisah menjadi Kota
Jambi dan Kota Seberang Jambi. Untuk menghubungkannya, terdapat 4 Jembatan yang
membelah Sungai Batanghari dan puluhan jembatan yang melintasi anak sungai
batanghari. Salah satunya adalah Jembatan gantung Pendestarian biasanya
masyarakat menyebutnya jembatan Gentala Arasy.
 |
Maket Jembatan Gantung Jambi ( foto
dari skyscrapercity)
|
Jembatan gantung ini berlokasi tepat
di pusat kota, tepatnya didepan gubernuran Kota Jambi dan akan menghubungkan
Pusat Kota Jambi dengan Kota Jambi Seberang (Sekoja).
 |
Jembatan Gentala Arasy
|
Kalau anda sekarang berada di pusat
kota Jambi, anda akan melihat menara yang sangat tinggi di seberang Sungai
Batanghari. Menara itu adalah Menara Gentala Arasy, sebuah Icon Pariwisata Baru
di Kota, sekaligus Propinsi Jambi. Menara setinggi 85 meter ini tepatnya berada
di daerah Arab Melayu, Seberang Koja Jambi (Sekoja).
Jembatan gantung ini baru
dirampungkan beberapa tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2014. Jembatan
gantung ini bukan ditujukan untuk lalu lalang kendaraan (mobil), tapi dibuat
untuk pejalan kaki yang ingin berwisata ke Kota Jambi Seberang (Sekoja). Memang
Jembatan Gantung ini dibuat untuk menarik minat wisatawan ke Jambi sekaligus
berwisata ke pusat pariwisata di Kota Jambi Seberang.
 |
Gentala Arasy Jambi yang sesungguhnya
|
 |
| Sore hari di Gentala Arasy |
 |
| Menara Gentala Arasy |
Kawasan Wisata Tanggo Rajo
Ketika kalian menyeberangi jembatan
gentala Arasy, dari kejauhan kalian akan melihat rumah dinas Gubernur Jambi
(Gubernuran). Waktu terbaik mengunjungi kawasan ini adalah saat sore dan malam
hari.
 |
| Rumah Dinas Gubernur Jambi |
 |
Gubernuran Jambi
|
Di Tanggo Rajo ini kita bisa
menikmati jagung bakar dan es tebu yang banyak dijual disepanjang sungai
Batanghari. Saat sore hari jangan lewatkan pemandangan sunset di sungai
batanghari yang luar biasa. Saat malam hari anda bisa bersantai sambil
menikmati keindahan kelap kelip lampu dari Kota Jambi Seberang yang memantul di
permukaan sungai batanghari. Masyrakat Jambi menyebutkan tempat ini sebagai
Ancolnya Jambi.
 |
Kawasan Wisata Tanggo Rajo (Es Tebu,
Kelap kelip pantulan lampu sungai di BatangHari, Sunset di Tanggo Rajo)
|
Jembatan Makalam
 |
Jembatan Makalam
|
Jembatan ini merupakan jembatan
kebanggan masyarakat kota jambi yang pertama, tepatnya disebelah timur tidak
jauh dari museum PRJ dan masjid Agung Al-Falah. Jembatan Makalam berada di
Pusat Kota Jambi, Jembatan ini menjadi penghubung jalan alternatif dari jalan
Makalam ke Simpang Kapuk jika kita melewatinya dari arah Cempaka
Putih. Jembatan Makalam diambil dari nama gubernur pertama provinsi jambi
yaitu Makalam. Nama ini digunakan karena untuk mengenang jasa-jasa beliau pada
saat lahirnya Provinsi Jambi. Tapi ada juga yang bilang Makalam itu kependekan
dari Makam Lama. Jembatan ini memiliki panjang ± 500 meter dan lebar ± 10
meter.
 |
| Makalam dimalam hari |
 |
Makalam dimalam hari (sumber foto: pesona jambi.com ) |
Jembatan berwarna merah ini dijadikan
tempat tongkrongan anak muda jambi pada sore dan malam hari. Sekarang jembatan
Makalam lebih indah dan cantik dengan hiasan lampu warna warni diatasnya.
Apabila dilihat pada malam hari, jembatan ini akan lebih cantik dengan ratusan
lampu hias.
Balairung Sari
Jika kalian ke Jambi, maka Balairung
Sari ini tidak boleh dilewatkan. Apalagi jika kalian menyukai ukiran,
arsitektur atau tempat kebudayaan Melayu Jambi. Tempat ini adalah markas
lembaga adat melayu jambi. Setiap ada event yang melibat melayu jambi biasanya
akan dilaksanakan ditempat ini. Salah satunya adalah saat penganugrahan gelar
adat Melayu Jambi, Sri Paduko Maharajo Notonegoro kepada bapak presiden Susilo
Bambang Yudhoyono. Balairung Sari ini berada di Jalan M. Yusuf Singedekane No.
30, Tidak begitu jauh dari Museum Negeri Jambi (sekarang menjadi Museum
Siginjai).
 |
Balairung Sari – Lembaga Adat Melayu
Jambi
|
 |
Ukiran Melayu Jambi
|
Museum Siginjai
Selain Museum Perjuangan Rakyat Jambi
(Museum PRJ), di Jambi ada satu lagi Museum yang menyimpan sejuta sejarah dan
peninggalan-peninggalan senjata para pahlawan Jambi. Museum tersebut bernama
museum Siginjai. Museum Negeri Siginjai yang terletak di persimpangan jalan
Prof. Soedewi Sofwan. Dulunya museum ini bernama Museum Negeri Jambi kemudian
diganti Menjadi Siginjai supaya lebih Iconik. Siginjei adalah nama keris
kebanggaan masyarakat Jambi yang juga muncul di Lambang Propinsi Jambi. Museum
Siginjei berbentuk rumah adat jambi, yaitu Rumah Kajang Lako dengan 2 buah
patung menjaga di kiri dan kanan pintu masuk. Didepan museum ada replika patung
Adityawarman yang sangat mencolok karena berdiri diatas tengkorak tengkorak
manusia.
 |
Patung Adityawarman
|
 |
Museum Siginjei
|
Didalam museum, kalian diperkenalkan
dengan profil Propinsi jambi dan Profil ke 9 kabupatennya yang cocok sekali
dengan slogannya “Sepucuk jambi Sembilan Lurah”. Setelah itu baru kalian dapat
melanjutkan melihat ribuan koleksi berharga di Museum ini. Koleksi koleksi ini
di urutkan berdasarkan kelompok kelompok, seperti kekayaan alam Floran dan
Fauna, Kekayaan Budaya dan Khasanah budaya jambi mulai dari masa malayu kuno
sampai menjadi propinsi jambi sekarang.
Dilantai dasar kami melihat aneka
satwa yang sudah di awetkan, ada Harimau Sumatra, Macan, Binturong, Beruang
Madu, Buaya dan yang paling saya suka adalah Burung Kuau (Phasianus Cholcicus)
yang sayapnya mirip merak. Naik tangga sedikit, kami berada di ruangan masa
klasik Jambi dengan situs Percandian Muaro Jambi sebagai Primadonanya. Disini
dijelaskan Bahwa dulu Jambi memegang peranan cukup penting dalam perdagangan
internasional di Abad III-XIII dan sebagai pusat pembelajaran Agama Budha waktu
itu.
 |
Burung Kuau
|
 |
Era klasik jambi
|
 |
Peta kompleks candi muaro jambi
|
Khasanah budaya melayu jambi kami temukan
dilantai paling atas. Isinya macam macam, mulai dari alat pertanian, alat
musik, permainan anak anak, Perhiasan, batik khas jambi, aneka gaya Kuluk,
Tenun, pelaminan dan perabotan, sampai baju baju adat dari setiap suku yang ada
di Jambi. Suku yang ada di Jambi antara lain ; Suku Melayu Jambi, Suku Batin,
Suku Penghulu, Suku Pindah, Suku Kerinci, Suku Melayu Pesisir dan Suku Anak
Dalam. Disudut sudut atas ruangan ini terdapat aneka miniatur rumah adat jambi.
 |
Alat pertanian
|
 |
Membatik ala jambi
|
 |
Alat pertanian
|
 |
Temuan bawah air
|
Dari atas, kalian akan kembali turun
kebawah melewati semacam goa buatan dan kembali ke lantai dasar menuju ruangan
belakangan untuk melihat ratusan temuan keramik, guci, perhiasan, patung patung
dan stupa yang ditemukan baik didaratan maupun di bawah air.
Kantor Gubernur Jambi
 |
Kantor Gubernur Jambi
|
 |
Kantor Gubernur Jambi (foto dari udara, sumber: google.com pesona jambi) |
Tidak hanya
itu, di Jalan Ahmad Yani sendiri merupakan jalan yang sangat tertata rapi, pohon
dikiri kanan yang lebat dengan sidewalk yang lebar disertai tempat duduk. Lampu
jalalnnya pun berukir indah. Dahulu jalan ini sering dijadikan tempa balap
liar, namun kini jalan ini terutama saat malam minggu dan minggu pagi berubah
menjadi pusat kuliner masyarakat Jambi.
 |
Jalan Ahmad
Yani, Kantor Gubernur, dan Patung Sultan Thaha Saifuddin
|
Taman Anggrek Sri Soedewi
Tidak jauh dari kantor Gubernur Jambi, terdapat wisata alam yang menarik
untuk dikunjungi. Tapi lebih tepatnya wisata bunga. Jika kalian pecinta bunga
khususnya bunga Anggrek, tidak salah tempat ini dijadikan referensi.
 |
| Taman Anggrek Jambi |
Taman Anggrek Sri Soedewi terletak disebelah selatan dari kantor
Gubernur. Hanya 70 meter saja. Kalian bisa jalan kaki dari kantor gubernur.
Taman seluas 25.056 m2 ini berada di jalan
Ahmad Yani tepat di depan patung Sulthan Thaha Saifuddin. Taman ini berisi kira
53 jenis anggrek lokal (dari jambi) maupun anggrek lain dari seluruh nusantara.
Tempat ini dibuka untuk umum dengan membayar uang masuk 2000 rupiah saja.
Buat ada yang hobi berkebun dan bercocok tanam, tentunya tempat ini sangat
menarik sekali karena disini anda bisa mengenal dan menikmati keindahan aneka
anggrek dalam satu tempat. Selain itu anda dapat belajar cara merawat dan
membudidayakan tanaman Anggrek yang baik dan benar.
 |
Ragam Anggrek di Taman Anggrek Sri Soedewi
|
Selain buat
pencinta anggrek, taman ini juga asik dijadikan tempat “pelarian” dari hiruk
pikuknya kota Jambi. Suasana yang sepi, hijau dan penuh bunga warna warni
membuat anda bisa bersantai dengan tenang. Kehadiran aneka pepohonan yang
tumbuh subur dilengkapi kolam, jembatan dan anjungan menjadi kelebihan lain
yang dimiliki taman anggrek ini.
 |
Taman Agggrek Sri Soedewi
|
Sekoja, Wajah Asli Kota Jambi
Seberang Kota Jambi atau Sekoja adalah bagian utara Kota
jambi yang dipisahkan oleh sungai Batanghari. Walaupun hanya berjarak beberapa
ratus meter dari Pusat Kota, namun Sekoja jauh tertinggal dibandingkan dengan
bagian Kota Jambi yang lain. Tidak ada gedung tinggi,apalagi mall, yang
ada hanyalah rumah rumah panggung khas Jambi. Seberang Kota Jambi adalah wajah
Kota Jambi sebenarnya, tempat warga asli melayu jambi tinggal beserta adat
istiadatnya, serta tempat peninggalan benda bersejarah yang masih bertahan dan
terjaga baik dari gerusan zaman.
Jembatan Batanghari
I (Auduri)
Jambi tidak habis-habisnya menyajikan tempat-tempat
iconik yang menarik. Tidak kalah dengan dengan tempat wisata yang satu ini.
Tempat wisata satu ini berada diseberang Kota Jambi. Ada beberapa alternatif
jika kalian ingin mengunjungi kota seberang Jambi (Sekoja). Pertama kalian bisa
lewat Jembatan gantung Gentala Arasy, kedua kalian bisa lewat Jembatan Auduri I
yang terbentang lebar ditengah-tenggah sungai batanghari. Jembatan ini adalah
berada di paling barat laut kota jambi.
 |
Jembatan Batanghari I (Auduri)
|
 |
Malam yang indah di jembatan Auduri
|
Jembatan Auduri I memiliki panjang sekitar 1 km. Jembatan
ini menghubungkan Kota Jambi dengan Kota Jambi Seberang, sekaligus
menghubungkan ke Jalan Lintas Timur dan Lingkar Barat Kota Jambi. Jembatan ini
merupakan jembatan yang paling pertama di bangun. Dengan padi hijau yang
menghijau dibawahnya.
Alternatif Ketiga, jika ingin ke seberang, kalian bisa
naik getek atau perahu air tradisional Jambi yaitu “kajang lako”. Kalian tidak
bisa berenang, jangan khawatir setiap getek menyediakan baju pelampung. Perjalanan
dengan Perahu dari Pusat Kota menuju Sekoja hanya membutuhkan waktu 10-15 menit
saja dengan biaya 2ribu-5ribu saja .
 |
Perahu Kajang Lako dan Ketek
|
Kalau anda takut menggunaka perahu, atau anda membawa mobil sendiri, anda bisa menggunakan jalur darat namun memakan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 20-40 menit. Anda harus berkendara ke Barat dahulu untuk melintasi Jembatan Aurduri ( Batanghari I), baru kemudian memutar balik ke Arah Sekoja. Anda juga bisa lewat Jembatan batanghari II di sebelah timur, namun memakan waktu yang cukup lama.
 |
Kawasan Penyeberangan Sekoja
|
Begitu sampai di Sekoja, anda tidak akan
merasa di dalam kota, namun terasa berada di tengah perkampungan tradisional.
Sekoja memang seperti kampung di tengah Kota. Jika anda ingin melihat masyarakat
melayu jambi disinilah tempatnya, disini mereka masih menjaga tradisi secara
turun temurun. Mulai dari rumah yang mereka tempati yang sebagian besar masih
berupa rumah panggung khas Jambi. Arsitektur rumah tradisional di Sekoja adalah
perpaduan antara budaya Melayu, Tionghoa, dan Arab, karena ketiga budaya inilah
yang memang sejak awal membentuk kawasan Sekoja menjadi seperti adanya
sekarang.
 |
Salah satu Rumah Panggung di Sekoja
|
Rumah Batu Olak Kemang
Salah satu rumah tua yang sekarang menjadi
benda cagar budaya adalah Rumah Batu Rumah yang berada di Jl KH Ibrahim RT
02 Kelurahan Olakkemang, Kecamatan Danau teluk. Rumah ini merupakan peninggalan
Sayid Idrus , salah seorang penyiar agama Islam pertama yang masuk Jambi.
Sayyid Idrus adalah sultan atau raja yang berkuasa di daerah itu pada dekade
akhir abad ke-19 dengan gelar Pangeran Wiro Kusumo. Banyak orang
bilang, rumah itu dulunya istana. Dari bangunan ini sangat nampak sekali
perpaduan dari Melayu, Cina dan Arab.
 |
Rumah Batu Olak Kemang
|
Namun
sayangnya kondisi Rumah Batu ini sudah sangat memprihatinkan.
Dinding-dindingnya sudah ditumbuhi lumut, tumbuh-tumbuan pakis, dan rerumputan.
Papan pintu pun sudah terlihat lapuk dan berlubang. Sementara, daun-daun kering
berserakan di halaman. Rumah yang sebenarnya megah dan cantik ini malah
terkesan angker dan menyeramkan. Sebagian besar yang datang kemari hanya untuk
ber foto Prewedding saja.
 |
Rumah Batu Olak Kemang
|
 |
Keadaan dalam
rumah batu olak kemang
|
 |
Sisa
peninggalan di rumah batu olak kemang (kuali besi besar)
|
 |
| Eksisnya jangan Lupa.. |
 |
| Rumah Batu Olak kemang. Riwayatmu kini! |
Suasana Islam
sangat kental sekali di Sekoja, terbukti dengan banyaknya Masjid, Madrasah dan
Pondok Pesantren. Disini terdapat Masjid tertua di Kota Jambi yaitu Masjid
Ikhsaniyyah atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Batu. Selain
itu banyak Madrasah -Pesantren Tua yang sudah berumur Puluhan tahun. Salah
satunya adalah Madrasah Nurul Iman yang sudah berdiri sejak Tahun 1915 .
Lulusan madrasah ini banyak menjadi pejabat penting seperti mantan Gubernur
Jambi Abdurrahman Sayoeti, Gubernur Riau Rusli Zainal, dan tokoh penting
lainnya.
 |
Kiri : Madrasah Nurul Iman, Kanan
Atas : Makam Pangeran Wirokusumo, Kanan Bawah Masjid Ikhsaniyyah (foto dr
berbagai sumber)
|
Selain kental
dengan nuansa Islami, masyarakat Sekoja juga kental dengan berbagai tradisi dan
budaya. Salah satunya adalah Batik Khas Jambi. Sekoja adalah pusat
produksi Batik Jambi. Disini anda dapat melihat proses pembuatan batik bahkan
dapat terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Batik tulis jambi memiliki ciri
khas yang unik dan eksotis. Baik dari segi warna maupun motifnya. Sebagian
besar pewarna batik jambi diambil dari bahan-bahan alami, yaitu campuran dari
aneka ragam kayu dan tumbuh-tumbuhan yang ada di jambi, seperti getah kayu
lambato dan buah kayu bulian, daun pandan, kayu tinggi dan kayu sepang.
 |
Batik Jambi
|
Motif yang ada
diantaranya motif Durian Pecah, kaca piring, puncung rebung, angso duo bersayap
mahkota, Tampuk Manggis, Kapal Nyanggat, dll. Di Sekoja banyak sanggar batik,
salah satu diantaranya adalah Di Kreasi Batik Asmah, Milik Azmiah di
Jl H Somad No 41, Olak Kemang, Danau Teluk Jambi. Ohya.. Tepat di depan tempat
penyeberangan Sekoja, terdapat Bangunan khas jambi yang merupakan Balai
Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak. Disini anda dapat melihat berbagai
kerajinan khas Jambi terutama Batik.
 |
| Balai Kerajinan |
 |
Suasana Perkampungan
|
Jembatan
Batanghari II
Jembatan yang berada di sudut timur laut Kota Jambi ini,
memiliki panjang sekitar 1,4 kilometer. Panjang memang karena jembatan ini
melintasi Sungai Batanghari dan juga Pulau Sijenjang. Jembatan ini
dirancang sebagai akses jalur transportasi terdekat menuju Muara
Sabak-Pelabuhan Samudera yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Jembatan ini relatif baru ( selesain tahun 2010) dan menjadi icon baru jambi.
Setiap sore hari banyak warga jambi yang berdiri di pinggir jembatan menyantap
hangatnya jagung bakar sambil menikmati panorama sunset dari atas Jembatan.
 |
Jembatan Batanghari II (dalam kabut pagi)
|
 |
| Jembatan Batanghari II dari Kejauhan |
Jembatan Batanghari III
Jembatan batanghari III terletak di belahan timur kota
jambi tepatnya di kabupaten tanjung jabung timur. Seperti jembatan-jembatan
lainnya, jembatan batanghari III berfungsi sebagai akses masyarakat.
 |
| Jembatan Batanghari III |
Hutan
Pinus di Kota Jambi
Sebagai Kota
yang berada di daratan rendah, tentunya agak sulit
menemukan hutan pinus di Kota Jambi, karena biasanya pohon pinus tumbuh di
dataran tinggi maupun pegunungan. Namun ternyata di Kota Jambi memang ada Hutan
Pinus, tepatnya di Jl Jambi-Palembang Km 11 Kenali Asam Bawah, tepat
berada di gerbang perbatasan Kota Jambi – Kab Muaro Jambi. Taman ini
awalnya adalah tempat pembudidayaan tanaman Pinus, yang mulai dibangun pada
tahun 1964 dan kemudian berkembang menjadi Taman.
 |
Hutan Pinus Kota Jambi
|
Disini anda
dapat melihat pohon pinus yang menjulang tinggi dengan susunan yang rapi.
Selain pinus, anda dapat melihat pohon lain yang jarang ditemui ditempat lain seperti
pohon Bulian, pohon Gaharu dan pohon Tembesu. Ditempat ini juga disediakan
sejumlah pendopo untuk beristirahat dan bermain. Untuk memudahkan pengunjung,
disediakan juga jalan setapak agar lebih leluasa mengeksplor Hutan ini.
 |
Hutan Pinus Kota Jambi
|
Tugu Pers
Tugu ini selesai pada tahun 2012, berada di jantung Kota
Jambi yaitu di Kawasan Simpang Pulai, Sebuah kawasan yang kaya kuliner terutama
di malam hari. Tugu ini dibuat dalam rangka Hari Pers Nasional beberapa tahun
lalu. Dibelakang tugu ini terdapat tempat dari kaca yang digunakan untuk
menempelkan koran setiap hari.
 |
| Tuga Pers Jambi |
 |
| Danau Solok Sipin |
 |
| Penyeberangan di pasar Angso Duo |
 |
| Dermaga penyebrangan |
 |
Tipikal rumah adat jambi
Tugu Monas
|
Jangan heran kalau dijambi ternyata ada monas juga, tidak hanya di jakarta saja. Tugu “monas” ini berada di bundaran kota baru tepat di depan kantor walikota Jambi. Masyarakat sekitar menyamakan dengan Monas karena bentuk tugunya serta puncak “obor”nya yang mirip seperti Monas di Jakarta. Ditengah tengah tugu terdapat jam di ke empat sisinya, sayangnya sudah tidak berfungsi lagi. Dibawahnya lagi terdapat ukiran Angsa sebanyak 4 ekor. Ya, di jambi memang identik dengan angsa. Hampir disemua tempat anda akan menemukan ukiran/patung angsa. Hal ini tidak lepas dari sejarah berdirinya kota jambi yang punya kaitan dengan Angsa.
 |
| Monas Jambi |
Tapi tugu monas ini sudah berubah menjadi tugu keris siginjai. Pada saat penulisan ini, tugu Keris Siginjai belum rampung. Tahun 2018 rencana akan terampungkan.
 |
| Maket Tugu Keris Siginjai |
 |
| Hiasan Lampu Berbentuk Angso Duo |
 |
| Patung Angso Duo |
Sudah itu saja? Belum...... Itu mungkin sebagian dari
Pesona Kota Jambi. Sebenarnya masih banyak lagi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Bukan hanya rumah-rumah
tradisional atau tempat-tempat sejarah. Jambi juga memiliki wisata alam yang
siap menguji adrenalin kalian.
Jambi bukanlah tentang laut biru dengan pasir selembut
sutra, bukan pula tentang hotel bintang lima dengan pusat perbelanjaan
mewah dan hingar bingar klub malam. Jambi adalah tentang budaya, alam dan
petualangan!
Selamat menikmati Surga Kecil di Jambi
So beautiful. Jadi pengen ke Jambi....
BalasHapusAyo ke jambi...
BalasHapusAyo ke jambi...
BalasHapushttps://bit.ly/3dhefuK
BalasHapus